Seputar Kita News -- TANA TORAJA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Frederik Kalalembang, mengajak Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara memperkuat sinergi untuk mengembalikan kejayaan pariwisata Toraja seperti pada era 1980-an, saat Toraja bersama Bali dikenal sebagai ikon utama destinasi wisata Indonesia di mata dunia.
Menurut Frederik, Toraja memiliki modal besar untuk kembali menjadi magnet wisata nasional maupun internasional. Kekayaan alam yang memukau, budaya yang masih terjaga, rumah adat Tongkonan, hingga ritual adat Rambu Solo' merupakan aset wisata yang memiliki daya tarik tinggi dan tidak dimiliki daerah lain.
"Toraja memiliki potensi yang sangat luar biasa. Saya berharap Bupati Tana Toraja dan Bupati Toraja Utara dapat menjadikan pengembangan sektor pariwisata sebagai prioritas melalui pembenahan kawasan wisata secara terpadu. Semakin banyak wisatawan datang ke Toraja, maka semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat," ujar Frederik.
Ia menilai, kolaborasi antara kedua pemerintah daerah menjadi kunci untuk membangun kawasan Toraja sebagai satu destinasi wisata terpadu. Menurutnya, promosi pariwisata akan lebih efektif jika dilakukan secara bersama dengan menghadirkan berbagai destinasi unggulan yang saling melengkapi.
Dalam kunjungannya ke Toraja, Frederik juga menyempatkan diri mengunjungi Batara White House, sebuah destinasi yang memadukan konsep penginapan dengan panorama alam khas Toraja. Ia mengapresiasi hadirnya investasi di sektor pariwisata yang dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
"Batara White House memiliki panorama yang sangat indah dan berpotensi menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Tempat seperti ini perlu terus didukung karena mampu memperkuat citra Toraja sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat," katanya.
Frederik menegaskan, kebangkitan pariwisata Toraja tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan kekayaan budaya. Menurutnya, diperlukan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, memperbaiki akses menuju objek wisata, menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, serta memperkuat promosi secara berkelanjutan.
Ia optimistis, apabila Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mampu membangun sinergi yang kuat, Toraja dapat kembali menjadi destinasi wisata kelas dunia sebagaimana pernah berjaya beberapa dekade lalu.
"Kejayaan pariwisata Toraja bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan kembali. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Toraja akan kembali menjadi kebanggaan Indonesia sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Frederik. (M.khanif)


