Pipa Induk Dibocor dan Air Disedot di 20 Titik, 13.600 Pelanggan Perumda Amerta Toraya Terancam Terdampak
Seputar Kita News -- TORAJA UTARA – Gangguan distribusi air bersih menjadi persoalan serius yang kini menjadi perhatian bersama di Kabupaten Toraja Utara. Pipa induk milik Perumda Air Minum Amerta Toraya dilaporkan dibocor dan airnya disedot secara ilegal oleh warga di sekitar 20 titik.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap pelayanan air bersih bagi 13.600 pelanggan yang selama ini bergantung pada jaringan Perumda Air Minum Amerta Toraya.
Untuk mencari solusi, Moses P Limbongan, Direktur Perumda Air Minum Amerta Toraya menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Daerah Toraja Utara, Kodim 1414/Tator, Polres, para Camat dan Lembang serta jajaran Perumda.
Dalam rapat tersebut, salah satu persoalan utama yang dibahas adalah tindakan pembocoran dan penyedotan air secara tidak resmi dari jaringan pipanisasi induk Perumda di sejumlah wilayah.
Moses P Limbongan mengatakan, Praktik tersebut tidak hanya merugikan perusahaan daerah, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi ribuan pelanggan yang telah membayar dan bergantung pada layanan resmi.
Karena itu, Perumda bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan mendorong adanya langkah penanganan yang lebih terpadu. Mulai dari pemetaan lokasi kebocoran, peningkatan pengawasan jaringan, pendekatan kepada masyarakat, hingga penindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan perusakan atau penyedotan air secara ilegal.
Lebih lanjut Moses P Limbongan menjelaskan, masalah air bersih bukan hanya persoalan satu atau dua warga. Ketika pipa induk dibocor di 20 titik, dampaknya dapat dirasakan oleh 13.600 pelanggan. Karena itu, penanganan persoalan ini membutuhkan kerja sama semua pihak agar distribusi air bersih di Toraja Utara dapat kembali berjalan aman, tertib, dan merata. (M.khanif)
Berikut wawancara langsung dengan Direktur PDAM Toraja Utara
Komentar
Posting Komentar