Terluka Saat Bertugas, Putra Toraja Kompol Yulianto Timang Tetap Tangguh, Frederik Kalalembang Beri Apresiasi
Seputar Kita News --- Toraja – Anggota DPR RI Irjen Pol. (P) Drs. Frederik Kalalembang memberikan apresiasi dan semangat kepada Kanit II Ekonomi dan Perbankan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Yulianto Timang, yang mengalami luka saat penggerebekan gudang pembuatan uang palsu di kawasan industri Taman Tekno BSD, Setu, Kota Tangerang Selatan, Jumat (21/8/2026) malam.
Kompol Yulianto mengalami luka akibat terkena pecahan kaca ketika berupaya mengamankan lokasi. Meski terluka, ia tetap menunjukkan keberanian, ketangguhan, dan dedikasi dalam menjalankan tugas.
Frederik mengaku bangga atas sikap yang ditunjukkan Kompol Yulianto. Terlebih, perwira Polri tersebut merupakan putra Toraja yang mampu memperlihatkan kesungguhan dalam melaksanakan amanah dan tanggung jawab.
“Sebagai putra Toraja, saya salut dan memberikan apresiasi kepada Kompol Yulianto Timang. Di mana pun kita mendapat penugasan dan tanggung jawab, semuanya harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, penuh keberanian, serta rasa tanggung jawab,” ujar Frederik.
Sebelum bertugas di Polda Metro Jaya, Kompol Yulianto Timang pernah mengemban tugas sebagai pengasuh Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya, khususnya dalam mendampingi dan membina calon-calon perwira Polri.
Setelah menjalankan tugas sebagai pengasuh Taruna Akpol, Yulianto kemudian memperoleh promosi penugasan di Polda Metro Jaya dan dipercaya menjabat sebagai Kanit II Ekonomi dan Perbankan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Frederik menilai perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kesungguhan, disiplin, dan tanggung jawab dalam setiap penugasan menjadi bagian penting dalam perjalanan karier seorang anggota Polri.
“Dari tugas sebagai pengasuh Taruna Akpol hingga kemudian mendapat promosi dan dipercaya sebagai Kanit di bidang Ekonomi dan Perbankan Polda Metro Jaya, tentu itu merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga. Kompol Yulianto telah menunjukkan semangat itu,” kata Frederik.
Menurut Frederik, luka yang dialami dalam pelaksanaan tugas tidak menyurutkan semangat Kompol Yulianto. Sikap tersebut menjadi contoh ketangguhan dan profesionalisme dalam menjalankan pengabdian.
“Sekalipun harus mengalami luka, semangatnya tetap tinggi. Ini menjadi kebanggaan kita, khususnya Sangtorayaan. Putra-putri Toraja harus mampu menunjukkan kemauan, tekad, ketangguhan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi di mana pun berada dan mengabdi,” ujarnya.
Frederik menambahkan bahwa keberanian Kompol Yulianto dalam menjalankan tugas juga menunjukkan bahwa setiap amanah harus dilaksanakan dengan kesungguhan tanpa melihat di mana seseorang ditempatkan.
“Di mana pun penugasan diberikan, jalankan dengan sungguh-sungguh. Tanggung jawab harus dijaga. Ketangguhan dan keberanian seperti inilah yang menjadi kebanggaan kita sebagai masyarakat Toraja,” lanjut Frederik.
Dalam penggerebekan tersebut, kepolisian menyita sekitar 360 ribu lembar kertas menyerupai uang pecahan Rp100 ribu serta berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk produksi uang palsu, antara lain mesin cetak empat warna, mesin potong, printer, mesin pembuat plat film, mesin ultraviolet, tinta, plat cetak, laptop, telepon seluler, hingga bahan baku kertas.
Frederik berharap Kompol Yulianto segera pulih dan dapat kembali melaksanakan tugas dengan kondisi yang baik.
“Tetap semangat untuk Kompol Yulianto Timang. Semoga segera pulih. Dedikasi dan ketangguhan seperti ini menjadi kebanggaan keluarga, institusi Polri, serta masyarakat Toraja,” tutup Frederik. (M.khanif)

Komentar
Posting Komentar