PALOPO – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat sekaligus Ketua Umum IKaT Nusantara, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Frederik Kalalembang, menitipkan pesan kepada siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Umum Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja agar membangun komunikasi yang kuat, aktif, dan menyentuh seluruh jemaat, baik yang berada di pelosok daerah maupun masyarakat Toraja yang hidup di berbagai wilayah perantauan.
Pesan tersebut disampaikan Frederik di sela pelaksanaan Sidang Sinode Am (SSA) XXVI Gereja Toraja di Kota Palopo. Menurutnya, Gereja Toraja memiliki jaringan pelayanan yang sangat luas dan menjadi salah satu kekuatan besar dalam mendengar, memetakan, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi jemaat.
"Pesan saya kepada siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Umum BPS Gereja Toraja, bangunlah komunikasi yang baik dengan seluruh jemaat sampai ke pelosok dan dengan warga Toraja di perantauan. Petakan setiap persoalan yang mereka hadapi, kemudian koordinasikan dengan pemerintah daerah, aparat, dan instansi terkait agar dapat dicarikan solusi bersama," ujar Frederik.
Ia menilai, tantangan yang dihadapi jemaat saat ini tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kerohanian, tetapi juga menyangkut persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga persoalan hukum yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak.
Menurut Frederik, gereja harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan jemaat dengan pemerintah maupun lembaga terkait sehingga setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap masyarakat Toraja yang merantau ke berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, banyak warga perantauan yang sewaktu-waktu menghadapi kesulitan ekonomi, persoalan hukum, maupun kondisi darurat yang membutuhkan pendampingan.
"Kalau ada saudara-saudara kita di perantauan mengalami kesulitan, gereja diharapkan dapat menjadi penghubung dengan pemerintah daerah, pemerintah setempat, maupun instansi terkait. Bahkan jika ada yang membutuhkan bantuan untuk kembali ke Toraja, gereja dapat membantu mengoordinasikan langkah-langkah yang diperlukan. Kehadiran gereja harus benar-benar dirasakan sebagai tempat yang menghadirkan kepedulian, penguatan, dan harapan bagi setiap jemaat," ungkapnya.
Frederik berharap kepemimpinan baru BPS Gereja Toraja mampu menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan jemaat, responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam membangun kesejahteraan umat. Menurutnya, pelayanan gereja yang kuat bukan hanya terlihat dari sisi spiritual, tetapi juga dari kepeduliannya dalam mendampingi kehidupan sosial masyarakat di mana pun mereka berada. (M.khanif)


