Frederik Kalalembang: Anak-Anak Sangtorayaan Mampu, Tingkatkan Informasi, Komunikasi, dan Jaringan
Memuat artikel...
JAKARTA — Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang, Anggota DPR RI, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meragukan kemampuan generasi muda Sangtorayaan. Menurutnya, anak-anak Toraja memiliki potensi, kemampuan, dan daya saing yang baik, namun masih ada tiga hal yang perlu terus diperkuat, yakni informasi, komunikasi, dan jaringan.
“Saya tidak pernah meragukan kemampuan anak-anak kita Sangtorayaan. Mereka memiliki potensi yang baik dan mampu bersaing. Namun, ada tiga hal yang perlu terus kita tingkatkan bersama, yaitu informasi, komunikasi, dan jaringan,” kata Frederik.
Menurut Frederik, di tengah perkembangan teknologi saat ini, akses terhadap informasi sebenarnya semakin terbuka. Karena itu, generasi muda harus dibiasakan untuk lebih aktif mencari berbagai peluang melalui internet dan sumber-sumber resmi.
Ia mencontohkan informasi mengenai penerimaan TNI/Polri, sekolah kedinasan, beasiswa, pendidikan, pelatihan, pekerjaan, maupun berbagai kesempatan lainnya. Tidak sedikit peluang yang akhirnya terlewat bukan karena seseorang tidak memiliki kemampuan, tetapi karena terlambat memperoleh informasi atau kurang aktif mencarinya.
“Informasi itu harus dicari. Jangan hanya menunggu. Kalau ada kesempatan, pelajari persyaratannya sejak awal dan persiapkan diri dengan baik. Banyak orang sebenarnya mampu, tetapi kehilangan kesempatan karena terlambat mengetahui informasi,” ujarnya.
Selain informasi, Frederik menilai komunikasi menjadi hal yang tidak kalah penting. Ia mengingatkan generasi muda Sangtorayaan agar tidak merasa malu atau malongko untuk bertemu, bertanya, maupun berdiskusi dengan para senior yang telah lebih dahulu memiliki pengalaman.
Menurutnya, saat ini tidak sedikit putra-putri Sangtorayaan yang telah berhasil dan menempati berbagai posisi penting, baik di legislatif, eksekutif, yudikatif, pemerintahan, TNI/Polri, akademisi, dunia usaha, maupun berbagai profesi lainnya.
“Jangan pernah malu atau malongko untuk berkomunikasi dengan senior. Bertanya bukan berarti kita tidak mampu. Justru kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, mendapatkan arahan, dan mengetahui hal-hal yang sebelumnya belum kita pahami,” jelasnya.
Frederik mengatakan, pengalaman para senior merupakan aset yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya. Sebaliknya, para senior juga diharapkan membuka ruang komunikasi dan berbagi pengalaman kepada anak-anak muda.
Dari komunikasi yang baik, lanjut Frederik, akan terbentuk jaringan atau networking yang semakin luas. Jaringan tersebut menurutnya sangat penting dalam membuka akses terhadap pendidikan, pekerjaan, usaha, maupun berbagai peluang lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan.
Ia mencontohkan, ketika ada informasi mengenai beasiswa, lowongan pekerjaan, peluang usaha, pelatihan, atau kebutuhan tenaga profesional, jaringan diaspora Sangtorayaan dapat menjadi sarana untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada mereka yang membutuhkan.
“Jaringan bukan hanya soal meminta bantuan. Jaringan harus dibangun dengan semangat saling membantu, saling berbagi informasi, saling memberikan pengalaman, dan saling membuka kesempatan,” katanya.
Frederik juga mendorong diaspora Toraja di berbagai daerah agar lebih aktif menjadi penghubung bagi generasi muda. Menurutnya, kekuatan diaspora akan semakin besar apabila informasi yang dimiliki dapat dibagikan dan komunikasi antarsesama terus dijaga.
“Kalau ada informasi pendidikan, sampaikan. Kalau ada informasi pekerjaan, sampaikan. Kalau ada peluang usaha atau beasiswa, jangan disimpan sendiri. Kita harus membangun budaya saling membantu,” tegasnya.
Ia berharap para orang tua juga ikut membiasakan anak-anak sejak dini untuk aktif mencari informasi, berani berkomunikasi, memperluas pergaulan, dan membangun jaringan yang sehat.
Menurut Frederik, kemampuan yang baik harus didukung oleh kesiapan dalam memanfaatkan kesempatan. Kesempatan tersebut sering kali hadir melalui informasi yang tepat, komunikasi yang baik, serta jaringan yang telah dibangun.
“Informasi membuka peluang, komunikasi membuka jalan, dan jaringan memperluas kesempatan. Saya yakin kalau tiga hal ini terus kita tingkatkan, akan semakin banyak anak-anak Sangtorayaan yang maju, berhasil, dan membawa manfaat bagi keluarga serta masyarakat Toraja,” pungkas Frederik. (M.khanif)
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Disini:

Komentar
Posting Komentar