Ma’Nene di Pangala’ Berlangsung Khidmat, Polisi Kawal Arus Kendaraan dan Keamanan Warga
Memuat artikel...
TORAJA UTARA --- SEPUTAR KITA NEWS -– Sejak pagi, suasana di Balle, Lingkungan Tanga Tondok, Kelurahan Pangala’, Kecamatan Rindingallo, Toraja Utara, mulai dipadati masyarakat. Sabtu (29/8/2026), warga berkumpul untuk mengikuti salah satu tradisi adat Toraja yang sarat makna, yakni Ma’Nene.
Tradisi tersebut menjadi momen penting bagi keluarga dan masyarakat untuk kembali mengenang serta menghormati para leluhur. Dalam ritual Ma’Nene, jenazah leluhur yang telah lama dimakamkan dikeluarkan untuk dibersihkan dan dikenakan pakaian yang baru sebelum kembali ditempatkan di makam.
Banyaknya masyarakat dan tamu yang datang membuat aktivitas di sekitar lokasi meningkat. Apalagi, kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara bersama rombongan. Kondisi itu membuat arus kendaraan menuju Lingkungan Tanga Tondok semakin ramai.
Di tengah kepadatan tersebut, aparat Polsek Rindingallo hadir untuk memastikan prosesi adat tetap berlangsung aman dan khidmat. Sejak pukul 09.00 WITA, personel kepolisian mulai melakukan monitoring sekaligus pengamanan di sekitar lokasi.
Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Rindingallo AKP Yosep Randanan, S.H., M.H. Personel ditempatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kepadatan masyarakat sekaligus mengatur kendaraan yang keluar-masuk kawasan kegiatan.
Bagi warga yang datang mengikuti prosesi adat, kehadiran polisi memberikan rasa aman. Arus kendaraan juga terus dipantau agar peningkatan volume kendaraan tidak berkembang menjadi kemacetan panjang yang mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Tak hanya mengatur lalu lintas, personel juga melakukan pemantauan terhadap situasi di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama ritual berlangsung.
Kapolsek Rindingallo AKP Yosep Randanan mengatakan, pengamanan merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
“Pengamanan ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun tamu undangan yang hadir, sekaligus mengurai kepadatan kendaraan di sekitar lokasi. Kami berkomitmen menjaga agar setiap kegiatan adat di Rindingallo dapat berlangsung khidmat dan kondusif tanpa ada gangguan Kamtibmas,” ujarnya.
Ma’Nene sendiri tidak sekadar menjadi sebuah ritual adat. Bagi masyarakat Toraja, tradisi ini menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal sekaligus mempererat hubungan keluarga dan mengingat kembali sejarah para leluhur.
Karena itu, pengamanan yang dilakukan kepolisian menjadi bagian penting agar nilai sakral tradisi tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, situasi di lokasi dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat serta keluarga penyelenggara pun dapat menjalankan prosesi adat dengan lebih tenang di tengah pengamanan aparat.
Di Pangala’, tradisi lama tetap hidup. Polisi hadir bukan untuk mengganggu kekhidmatan adat, tetapi memastikan masyarakat dapat menjaga warisan leluhur dengan aman dan nyaman. (M.khanif)
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Disini:

Komentar
Posting Komentar