Seputar Kita News -- TORAJA UTARA – Ketika malam mulai menutup aktivitas masyarakat di Toraja Utara, sebagian warga masih harus berada di luar rumah. Ada yang pulang dari tempat kerja, berdagang, bepergian, hingga menikmati waktu malam di sejumlah titik keramaian.
Namun, malam juga menyimpan potensi persoalan. Jalan-jalan yang mulai sepi dapat menjadi titik rawan kejahatan, sementara aktivitas masyarakat yang masih berlangsung membutuhkan rasa aman. Kondisi inilah yang membuat keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa hanya dijaga dari balik meja.
Bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari, kehadiran aparat keamanan di jalan menjadi sesuatu yang penting. Warga membutuhkan keyakinan bahwa ketika terjadi gangguan atau tindak kriminal, ada petugas yang siap merespons.
Di tengah kebutuhan tersebut, Polres Toraja Utara kembali meningkatkan patroli di sejumlah titik pada Sabtu malam, 23 Agustus 2026.
Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan atau KRYD ini dimulai dengan apel pengecekan personel di Pos Lantas Kandean Dulang, Rantepao.
Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, S.H., S.I.K., M.I.K. memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi Kabag Ops KOMPOL Gerianto Pabuang, S.H. Sejumlah pejabat utama, Kasi Humas, perwira, dan personel dari berbagai satuan fungsi turut diterjunkan.
Malam itu, polisi tidak hanya bergerak dalam satu rombongan.
Personel dibagi menjadi tiga kelompok agar pengawasan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Kelompok pertama dipimpin langsung Kapolres bersama personel Satlantas. Mereka menyusuri pusat Kota Rantepao, Jalan Poros Tallunglipu–Sa’dan, kawasan Pasar Rakyat Bolu di Jalan Tedong Bonga, Jalan Poros Rantepao–Palopo, hingga Jalan Sawerigading.
Di jalur lain, personel Sat Samapta menyusuri kawasan yang masih padat aktivitas warga, mulai dari Jalan Dr. Ratulangi, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Poros Rantepao–Tikala, Penanian, Suloara, Frans Karangan, hingga kawasan Tallunglipu Matallo.
Sementara itu, tim Sat Reskrim bergerak ke jalur Rantepao–Makale, memantau akses utama dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kejahatan jalanan.
Bukan sekadar melintas, para personel juga berhenti untuk menyapa dan berinteraksi dengan warga. Masyarakat diberikan imbauan agar tetap berhati-hati serta tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Menurut Kapolres, patroli langsung di lapangan merupakan salah satu langkah untuk mencegah gangguan keamanan sebelum terjadi.
“Kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Kegiatan ini difokuskan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, tindak pidana umum, dan berbagai potensi gangguan kamtibmas,” ujar AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat.
Masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan atau menemukan potensi gangguan keamanan.
Bagi warga, kehadiran patroli pada malam hari diharapkan dapat memberikan rasa tenang. Aktivitas dapat berlangsung lebih nyaman karena polisi hadir secara langsung, bukan hanya ketika sebuah peristiwa telah terjadi.
Melalui patroli KRYD yang terus digencarkan, Polres Toraja Utara ingin membangun satu pesan: menjaga keamanan bukan hanya soal menindak pelaku kejahatan, tetapi juga hadir lebih awal untuk mencegah keresahan tumbuh di tengah masyarakat.
Di tengah malam yang sunyi, ketika sebagian besar masyarakat beristirahat, personel kepolisian masih menyusuri jalan-jalan Toraja Utara—berupaya memastikan masyarakat dapat menjalani malam dengan lebih aman dan nyaman. (M.khanif)
Komentar
Posting Komentar