Sekda Toraja Utara Soroti Rendahnya Literasi Masyarakat: “Berita yang Di-framing Terus Dianggap Benar”
Seputar Kita News ---- TORAJA UTARA – Sekretaris Daerah Kabupaten Toraja Utara, Salvius Pasang, menyoroti masih rendahnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi. Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat mudah menerima sebuah narasi yang telah di- framing sebagai sebuah kebenaran.
Memuat artikel...
Pernyataan itu disampaikan Salvius Pasang saat memberikan sambutan dalam kegiatan doa bersama untuk Indonesia yang digelar Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Toraja Utara di Gereja Para Duta, Kodim 1414/Tator, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut Salvius, salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini bukan hanya soal mendapatkan informasi, tetapi kemampuan untuk memahami dan menilai informasi secara utuh.
Ia menilai masyarakat terkadang terlalu cepat menerima informasi yang beredar, terutama ketika sebuah persoalan terus-menerus dikemas dari sisi negatif. Akibatnya, narasi yang terbentuk dapat dianggap sebagai sebuah kebenaran tanpa melihat persoalan secara menyeluruh.
“Kendala kita saat ini, pengetahuan kita masih sangat rendah. Masyarakat suka memframing berita, akhirnya yang di-framing itu dianggap benar,” ujar Salvius.
Ia kemudian mencontohkan sejumlah program pemerintah. Menurutnya, pada dasarnya program pemerintah dirancang untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, ia menilai tidak sedikit informasi mengenai program tersebut yang kemudian dikemas dengan sudut pandang negatif.
Akibatnya, masyarakat lebih dulu melihat sisi buruk dari sebuah kebijakan sebelum memahami tujuan, manfaat, dan proses di balik pelaksanaannya.
“Program pemerintah itu pada dasarnya untuk kebaikan masyarakat. Tetapi sering kali berita buruknya yang terus di-framing. Lama-lama masyarakat menganggap program itu benar-benar buruk,” katanya.
Pernyataan Sekda ini menjadi kritik terhadap pola masyarakat dalam mengonsumsi informasi. Di tengah derasnya arus media sosial, satu informasi dapat dengan cepat menyebar, dibagikan, dan dipercaya sebelum masyarakat mengetahui konteks sebenarnya.
Karena itu, masyarakat dituntut untuk tidak hanya menjadi pembaca informasi, tetapi juga mampu menjadi penyaring informasi. Setiap informasi perlu dilihat secara utuh, dikonfirmasi sumbernya, serta tidak langsung dipercaya hanya karena dikemas dengan narasi yang menarik atau terus diulang.
Kegiatan doa bersama yang digelar BAMAGNAS Toraja Utara sendiri mengangkat semangat persatuan dan pelayanan. Momentum tersebut juga menjadi ruang refleksi bahwa menjaga Toraja Utara tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan membangun masyarakat yang memiliki cara berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu lengkap.
Pesan Sekda Toraja Utara ini menjadi peringatan: jangan biarkan sebuah informasi menjadi “kebenaran” hanya karena terus-menerus diulang. (M.khanif)
Tonton Sambutan Sekda Toraja Utara disini 👇👇
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Disini:
Komentar
Posting Komentar