Terbaru
Langsung ke konten utama

Nur Linda Sukma Waziza: Kreativitas Itu Bisa di Mana Saja

Trending


Diseputar Kita News -- Tana Toraja -- Ungkapan bahwa kreativitas itu tanpa batas dibuktikan oleh Nur Linda Sukma Waziza. Linda, begitu ia disapa, merajut di sela-sela aktivitasnya mengelola Kedai Sahabat Kasumba di Pelataran Sao Panrita UNM Parangtambung, Jumat malam, 10 Mei 2024.


"Kegiatan merajut ini bisa disebut sekadar mengisi waktu luang tapi bisa pula jadi pekerjaan karena sudah menghasilkan," ungkap Linda.


Disampaikan, dia mulai rutin merajut sejak akhir tahun 2023. Itu setelah seorang mahasiswa yang biasa membantunya di kedai, ingin punya sarung korek api dari bahan rajutan. Maka dia pun mengajari Anwar Gogos, nama mahasiswa Jurusan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu. Hanya butuh 2 hari, si mahasiswa sudah bisa merajut. Anwar merupakan mahasiswa AH Rimba, suami Linda.


Setelah itu, Linda keterusan. Sambil tangannya merajut, Linda bercerita. Dia sebenarnya sudah suka merajut saat masih duduk di bangku SMA tapi kemudian lama vakum. Wanita yang tak hanya bisa merajut ini, rupanya punya dasar seni yang kuat. Selain merajut, dia bisa melukis, main gitar dan bernyanyi.


Kedai Sahabat Kasumba, yang dikelola bersama suaminya, rutin mengadakan kegiatan yang disebut Sketsa Jumat Malam. Kali ini, pada session 53, temanya adalah "Bunyi-bunyian di Halaman, Setiap Hari Tambah Satu Teman".


Sesuai temanya, saat Linda membuat rajutan, tak jauh dari situ, Mas Edy menyanyikan lagu-lagu oldies, baik Indonesia, barat maupun lagu daerah. Sementara Agus dengan gitar listrik, bergantian memainkan lagu-lagu dari raja dangdut Rhoma Irama. Sepanjang malam itu, pengunjung kedai dihibur dengan lagu-lagu pilihan karena mereka bisa me-request lagu yang ingin dinyanyikan.


Saat ditanya, berapa lama dia butuh waktu mengerjakan satu karya rajutannya? Linda menjelaskan, untuk membuat satu tas, paling cepat dikerjakan tiga hari. Itu pun kalau terus digeluti. Namun, kalau dikerjakan secara santai, bisa memakan waktu satu minggu.


Rajutannya itu punya ciri pada warna yang sederhana. Beberapa desain yang sudah jadi, ada yang warna hitam, grape, merah maroon, cokelat, dan orange. Produknya itu juga diberi aksen merah, kuning, hijau, yang mengingatkan kita pada ciri warna budaya Rastafarian, sehingga terlihat gaya dan gaul.


Harga rajutannya juga relatif terjangkau. Untuk tas, dibanderol seharga Rp200 ribu yang ukuran besar. Tempat handphone seharga Rp50 ribu, sedangkan rajutan untuk sarung korek api dilabeli Rp15 ribu. Setiap produknya punya harga yang berbeda karena merupakan hand made. Produknya juga berupa kopiah dan tempat kaca mata. Di luar barang yang sudah ready, dia juga menerima orderan yang sifatnya custome, seperti tempat tumbler.


Bahan yang digunakan saat membuat rajutan terdiri dari benang berbahan pollycery dan bahan pollythick. Katanya, yang lebih halus itu dari bahan pollycery. Bahan lainnya berupa hakpen. Untuk pollycery menggunakan hakpen 3/4, pollythick menggunakan hakpen 5/6, dan beberapa jenis benang lain yang harus disesuaikan dengan besar kecil jarum.


"Tantangannya membuat rajutan ini hanya saat awal, ketika baru memulai. Juga bagaimana menyiasati kejenuhan," ungkapnya.


Tapi Linda punya cara tersendiri mengatasi kejenuhan itu. Yakni, dengan membuat produk berbeda, atau mengganti jenis produk yang dibuat. Biar tidak terasa bahwa yang dikerjakan itu-itu saja.


Selain membuat rajutan, dia juga melukis di rumahnya di kawasan Taeng, Kabupaten Gowa. Dia biasa melukis potret, pemandangan, still life atau alam benda. Dia sudah suka melukis sejak SD. Itu karena dia suka mellihat gambar atau lukisan. Sementara ini, dia diarahkan untuk fokus melukis realis. Karena di Makassar, katanya, jarang ada perempuan yang menekuni aliran realisme.


Penulis: Rusdin Tompo

Editor: Redaksi 

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Disini:
Loading Memuat artikel...

Komentar

BERITA POPULER SEPUTAR KITA NEWS

Prihatin Daud Tappi’ Tidur di Kolong Jembatan Garonggong, Bupati Zadrak Tawarkan Tempat Tinggal dan Pekerjaan

  ‎ ‎SEPUTAR KITA NEWS --- MAKALE – Kisah Daud Tappi’, warga yang selama ini menginap di kolong Jembatan Sungai Garonggong, kawasan Pasar Makale, Kabupaten Tana Toraja, mendapat perhatian pemerintah daerah. Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, menawarkan solusi agar Daud dapat tinggal di tempat yang lebih layak sekaligus memperoleh penghasilan melalui pekerjaan sebagai petugas kebersihan pasar. ‎ ‎Selama berada di Makale, Daud diketahui berjualan tempe pada siang hari di kawasan pasar. Namun, untuk beristirahat pada malam hari, ia terpaksa menempati kolong jembatan di sekitar Sungai Garonggong. ‎ ‎Kondisi tersebut mendapat perhatian setelah keberadaan Daud diketahui oleh pihak terkait. Saat dikonfirmasi 13 Oktober 2026, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Tana Toraja, Eli Bernad, mengatakan bahwa Daud mengalami tekanan psikologis setelah berpisah dengan istrinya. ‎ ‎Meski demikian, kondisi pribadi Daud perlu disikapi dengan empati dan tidak dijadikan alasan un...

Tragedi di Sesean Suloara: Diduga Alami Gangguan Jiwa, Adik Tikam Kakak Kandung Hingga Tewas Saat Perbaiki Pipa Air

  ‎SEPUTAR KITA NEWS --- TORAJA UTARA – Peristiwa tragis menggemparkan warga Dusun To'yasa Riu, Lembang (Desa) Suloara, Kecamatan Sesean Suloara, Kabupaten Toraja Utara pada Senin (12/10/2026) pagi. Seorang pria berinisial TT (45) tega menganiaya kakak kandungnya sendiri, Aris Tangke (49), menggunakan senjata tajam hingga tewas di tempat. ‎ ‎Terduga pelaku yang merupakan adik kandung korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan. ‎ ‎‎Peristiwa berdarah ini bermula sekitar pukul 08.30 WITA. Saat itu, korban, terduga pelaku, dan seorang saksi berinisial YLA (71) sedang bergotong-royong menggali tanah di area sawah untuk memperbaiki pipa air yang rusak. ‎ ‎Ketika sedang bekerja, saksi tiba-tiba melihat korban dan pelaku terlibat perkelahian sengit dalam posisi saling merangkul. Tak lama kemudian, pelaku TT berhasil melepaskan diri dari dekapan korban dan langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. ‎ ‎Saksi yang curiga kemudian mendekat dan terkejut mendapati korban sudah dalam...

Aksi Nyata Bamagnas Toraja Utara: Salurkan Bantuan Holistik untuk Warga Kurang Mampu di Gandangbatu Sillanan

‎Seputar Kita News --- TANA TORAJA – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Gereja Toraja Jemaat Sion Batubai, Gandangbatu Sillanan, Tana Toraja, pada Sabtu (10/10/2026). Kehadiran pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Kabupaten Toraja Utara tidak hanya untuk beribadah bersama, tetapi juga membawa misi kemanusiaan yang menyentuh hati. ‎ ‎ Dipimpin langsung oleh ketuanya, Dr. Ester Ryan Mega Mandalawati, jajaran Bamagnas Toraja Utara membagikan bantuan holistik kepada para lansia dan warga kurang mampu di sela-sela ibadah pengucapan syukur jemaat setempat. Bantuan holistik ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kebutuhan dasar warga secara menyeluruh, baik secara material maupun dukungan moral. ‎Dalam kesempatannya, Ketua Bamagnas Toraja Utara, Dr. Ester Ryan Mega Mandalawati, menyampaikan bahwa kehadiran mereka di tengah-tengah jemaat merupakan perwujudan nyata dari kasih yang bergerak dan berdampak langsung bagi sesama. ‎ ‎ ‎"Kehad...

Zadrak-Erianto Rangkul Media, Sinergi Pembangunan dan UMKM Toraja Jadi Sorotan

  SEPUTAR KITA NEWS -- MAKALE – Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg bersama Wakil Bupati Erianto L. Paundanan mengajak insan pers memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat dinilai penting untuk mewujudkan Tana Toraja yang maju, berdaya saing, mandiri, serta tetap berpegang pada nilai-nilai budaya. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama awak media yang berlangsung di Taman PKK, Makale, Senin (12/10/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu diprakarsai Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Tana Toraja, dengan Kepala Dinas Berthy Mangontan sebagai mediator. Dalam pertemuan tersebut, Zadrak menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan maksimal jika hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media, untuk bersama-sama mengawal jalannya pembangunan. Menurutnya, meskipun silaturahmi bersama awak med...

Gerebek Kos-kosan, Polres Tana Toraja Blokir Celah Peredaran Narkoba

‎SEPUTAR KITA NEWS --- TANA TORAJA – Polres Tana Toraja bergerak cepat melindungi warga dari ancaman narkotika. Melalui Satuan Reserse Narkoba yang bekerja sama dengan Unit Reaksi Cepat (URC)  ‎ ‎Satreskrim dan personel Sat Samapta, kepolisian menggelar patroli dan razia besar-besaran di berbagai lokasi rawan pada Kamis malam (15/10/2026). ‎Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan narkotika di wilayah Kabupaten Tana Toraja. ‎ ‎Razia yang dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba Polres Tana Toraja, IPTU Arlinansius A.L., memprioritaskan pemeriksaan di sejumlah kamar kos dan area tersembunyi yang kerap dicurigai menjadi tempat transaksi atau penyalahgunaan barang haram tersebut. ‎ Dalam aksi ini, petugas memeriksa: ‎ • Identitas diri dan badan para penghuni maupun pengunjung di lokasi. ‎ • Barang bawaan yang mencurigakan. ‎ • Kendaraan dan fasilitas di sekitar area kos-kosan. ‎ Tidak hanya memeriksa fisik, polisi juga ...

Fasilitas Baru, Semangat Baru: Bupati Toraja Utara Resmikan Gedung UPT Puskesmas Pasang

SEPUTAR KITA NEWS --- TORAJA UTARA – Kabar gembira bagi masyarakat Kecamatan Dende' Piongan Napo. Layanan kesehatan di wilayah ini dipastikan akan semakin prima. Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, meresmikan gedung baru UPT Puskesmas Pasang pada Rabu (14/10/2026). Mengusung tema “Melayani dengan Hati, Sehat untuk Semua” , peresmian ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih layak, ramah, dan merata. Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis dan penandatanganan prasasti oleh Bupati. Tidak hanya gedung baru, Puskesmas Pasang juga menerima satu unit mobil ambulans baru untuk mempercepat respons layanan darurat bagi warga sekitar. Pelayanan Kesehatan Harus Humanis: "Sambut dengan Senyuman" Dalam sambutannya, Bupati Frederik Victor Palimbong mengingatkan bahwa kemegahan gedung baru harus diimbangi dengan kualitas pelayanan yang tulus. Menurutnya, kesembuhan pasien sering kali dimulai dari...

Perangi Narkoba, Kafe Malam di Toraja Utara Dirazia Petugas Gabungan

  SEPUTAR KITA NEWS --- TORAJA UTARA – Guna memutus rantai peredaran narkotika, petugas gabungan dari Polres Toraja Utara dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tana Toraja menggelar razia besar-besaran di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) pada Jumat (09/10/2026) malam. Operasi yang dimulai pukul 22.30 WITA ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Toraja Utara, Kompol Gerianto Pabuang, S.H., didampingi Kasat Resnarkoba AKP Muhammad Arif, S.H., dan Kasat Reskrim Iptu Ruxon, S.H. Sebanyak 16 personel gabungan diterjunkan untuk menyisir titik-titik rawan peredaran barang haram tersebut. Fokus operasi malam itu menyasar dua hiburan malam terkemuka di wilayah Toraja Utara, yakni Cafe ANS dan Cafe Pacific. Petugas memeriksa ketat identitas diri, barang bawaan, hingga gerak-gerik para pengunjung maupun pekerja kafe. Tidak hanya memeriksa barang bawaan, petugas juga langsung menggelar tes urine di tempat secara acak bagi mereka yang perilakunya mencurigakan. Langkah ini diambil sebagai d...

Diikuti 972 Wisudawan, Polres Toraja Utara Sukses Amankan Kegiatan Wisuda UKI Toraja

​Seputar Kita News --- Toraja ---- Polres Toraja Utara turun tangan mengamankan acara wisuda Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja. Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Toraja Utara untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman. ​Acara wisuda Sarjana (S1) dan Magister (S2) ini digelar di Kampus 2 UKI Toraja, Sabtu (03/10/2026). Lokasi tepatnya berada di Jalan Poros Rantepao - Palopo, Kelurahan Tallunglipu Matallo, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara. ​Sebanyak total 55 personel Polres Toraja Utara dikerahkan dan disebar di berbagai tempat strategis. Petugas menjaga lokasi acara hingga jalur jalan yang dilewati oleh para wisudawan dan tamu undangan. ​Polisi juga menyediakan 12 pos siaga di beberapa titik rawan. Selain itu, ada Tim Pengurai Kemacetan dan Tim Patroli Mobile yang siap bergerak cepat di lapangan. ​Acara wisuda di Auditorium Kampus 2 UKI Toraja ini diikuti oleh 972 wisudawan dari berbagai jurusan. Banyaknya jumlah peserta dan tamu membuat pe...

Reses di Toraja, Agustina Mangande Tampung Aspirasi Pengrajin Manik-Manik dan Kelompok Tani

SEPUTAR KITA NEWS --- TORAJA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Agustina Mangande, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam rangkaian kegiatan reses di sejumlah titik di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Aspirasi yang disampaikan warga mencakup kebutuhan pengembangan usaha kerajinan manik-manik hingga dukungan sarana produksi pertanian. Kegiatan reses ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung persoalan yang mereka hadapi sekaligus mengusulkan program yang dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu pertemuan berlangsung pada Kamis (15/10/2026), di Tongkonan Pongleon Tua, Lembang Angin-Angin, Kecamatan Kesu’, Kabupaten Toraja Utara. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan bahwa pengrajin manik-manik membutuhkan dukungan pemasaran, bahan baku, dan modal usaha. Sementara itu, kelompok tani mengusulkan pengadaan traktor, bibit, dan pupuk untuk mendukung kegiatan pertanian. Bagi para pengrajin manik-manik, tantangan ti...

Krisis BBM Merembet di Toraja: Setelah Solar Langka dan Truk Mengular, Kini Pertalite Eceran Tembus Rp15 Ribu

  ‎ ‎Seputar Kita News -- Toraja – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Toraja Raya kian meluas dan memukul berbagai sektor. Tidak hanya para sopir truk dan angkutan umum yang kelimpungan akibat pangkas pasokan Solar subsidi hingga 50 persen, pengendara roda dua pun kini menjerit. Fenomena kelangkaan ini dimanfaatkan oleh sejumlah pengecer nakal yang nekat menaikkan harga Pertalite hingga tembus Rp15.000 per botol demi meraup keuntungan sepihak. ‎ ‎Di beberapa SPBU di Tana Toraja dan Toraja Utara, pemandangan antrean panjang kendaraan roda empat dan truk pembawa logistik yang mengular hingga ke badan jalan sudah menjadi makanan sehari-hari. Pengurangan suplai Solar membuat para sopir terpaksa mengantre berjam-jam, bahkan bermalam di SPBU. Di sisi lain, menipisnya stok Pertalite di SPBU resmi memaksa masyarakat beralih ke pedagang eceran botolan meski harganya mencekik kantong. ‎ ‎Sisi Edukasi: Aturan Hukum bagi Pengecer dan Pelaku Penimbunan ‎ Membeli BBM dari SPB...