Terbaru
Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label keracunan

Usai Minta Maaf di Depan Media, Pemilik SPPG Batupapan 1 Kini Minta Maaf Langsung di Hadapan Komite dan Orang Tua Siswa ‎

‎Hasil Lab BPOM Sulsel Keluar: Menu Ayam Bumbu Kuning Positif Bakteri E.Coli ‎ ‎SEPUTAR KITA NEWS --- TANA TORAJA - Setelah menyampaikan permintaan maaf terbuka di hadapan awak media, pemilik Dapur Mitra SPPG Batupapan 1, Loice Christiana Mangontan, kembali meminta maaf secara langsung kepada pihak sekolah dan orang tua korban keracunan MBG. ‎ ‎Permintaan maaf kedua itu disampaikan di Aula SMP Negeri 1 Makale, Rabu (16/9/2026). ‎ ‎Pertemuan dipimpin langsung Kepala Sekolah SMPN 1 Makale Yohanis Pakiding, dihadiri Ketua Komite Yustinus Paembonan, tokoh masyarakat, para guru, dan orang tua siswa. ‎ ‎Dengan nada terbata-bata dan penuh penyesalan, Loice menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu. ‎ ‎"Kejadian luar biasa ini telah tertangani dengan sangat baik dari semua pihak, sehingga para siswa-siswi dapat kembali belajar sepert...

Heboh Pernyataan Viral Soal Keracunan MBG, Pemilik Dapur SPPG Makale Batupapan 1 Akhirnya Minta Maaf

 "Saya Mengaku Salah" - Louice Mangontan Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka di Hadapan Media ‎ ‎SEPUTAR KITA NEWS ---- TANA TORAJA - Setelah viral dan menuai kecaman luas, pemilik Dapur Mitra SPPG Makale Batupapan 1 Tana Toraja, Louice Mangontan, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf terbuka. ‎ ‎Permintaan maaf itu terkait pernyataannya di media sosial pasca kasus keracunan massal yang dialami siswa dan guru penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). ‎ ‎Momen itu disampaikan dalam konferensi pers di Arion Cafe, Kota Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (15/9/2026) siang. ‎ ‎Di hadapan awak media, Louice terlihat menunduk dan tidak banyak alasan. Ia mengaku sepenuhnya salah atas pernyataan yang telah menimbulkan kegaduhan. ‎ ‎"Di sini saya tidak ada mau membela diri atau apa. Intinya saya mengaku salah. Meminta maaf kepada para siswa hingga wali dan orang tua siswa, juga pihak sekolah tanpa terkecuali," ucap Louice dengan suara terbata. ‎ ...

Frederik Kalalembang Angkat Bicara : Kasus Keracunan Siswa di Toraja Harus Jadi Momentum Evaluasi SPPG

Frederik Kalalembang : Kasus Keracunan Siswa di Toraja Harus Jadi Momentum Evaluasi SPPG SEPUTAR KITA NEWS ---- JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang menaruh perhatian serius terhadap kasus dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa di Toraja. Ia menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi bersama untuk semakin memperkuat standar keamanan pangan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Frederik, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga makanan diterima dan dikonsumsi para siswa. “Keselamatan anak-anak adalah hal yang utama. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama agar sistem yang sudah berjalan dapat dievaluasi dan diperbaiki sehingga peristiwa serupa tidak terulang,” ujar Frederik. Ia mendorong dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh rantai pengelolaan makanan, mencaku...

Mual, Diare hingga Lemas, 159 Orang Dirawat Usai Diduga Konsumsi MBG, Ketua TP PKK Tana Toraja Turun Langsung Pastikan Pasien Ditangani Dengan Serius

Mual, Diare hingga Lemas, 159 Orang Dirawat Usai Diduga Konsumsi MBG, Ketua TP PKK Tana Toraja Turun Langsung Pastikan Pasien Ditangani Dengan Serius ‎ ‎Seputar Kita News ---- MAKALE – Sebanyak 159 orang hingga Kamis (3/9/2026) menjalani perawatan di tiga rumah sakit di Tana Toraja setelah mengalami sejumlah gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). ‎ ‎Mereka tersebar di RS Fatimah, RS Sinar Kasih, dan RSUD Lakipadada. Di RS Sinar Kasih Toraja sendiri, tercatat 49 orang mendapatkan perawatan dengan keluhan antara lain mual, diare, pusing dan lemas. ‎ ‎Kondisi tersebut membuat perhatian terhadap para pasien terus meningkat. Sejumlah siswa yang sebelumnya mengikuti kegiatan belajar di sekolah kini harus menjalani perawatan medis, sementara keluarga mereka menunggu perkembangan kondisi kesehatan masing-masing. ‎ ‎Di tengah situasi itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tana Toraja sekaligus Owner Rumah Sakit Sinar Kasih Toraja, Dr. Erni Yetti Riman,...

Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Awak Media Telusuri Dapur SPPG di Rantetayo

‎Seputar Kita News --- TANA TORAJA – Setelah ratusan siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah awak media mencoba menelusuri sumber makanan yang disalurkan ke kedua sekolah tersebut. ‎ ‎Penelusuran dilakukan dengan mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut menjadi salah satu penyalur makanan MBG untuk siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale. ‎ ‎Dapur SPPG tersebut berada di Jalan Bandara Pongtiku, Kelurahan Batupapan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja. ‎ ‎Setibanya di lokasi, awak media sempat berbincang dengan seorang pria yang mengaku sebagai sopir dapur SPPG. Wawancara berlangsung singkat ketika awak media mencoba meminta penjelasan terkait distribusi makanan MBG yang disalurkan ke sekolah-sekolah. ‎ ‎Namun, wawancara tersebut belum selesai. Seorang pegawai SPPG dari balik pintu kemudian meminta pria yang mengaku sebagai sopir ters...

Ratusan Siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale Diduga Keracunan MBG, Guru dan Staf Sekolah Ikut Terdampak

Ratusan Siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale Diduga Keracunan MBG, Guru dan Staf Sekolah Ikut Terdampak ‎ ‎Seputar Kita News ---- MAKALE – Keluhan sakit perut dan diare dialami ratusan siswa SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale, Tana Toraja, setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). ‎ ‎Sejak malam setelah makanan tersebut dikonsumsi pada Rabu (2/9/2026), sejumlah siswa mulai merasakan gejala berupa diare. Kondisi itu berlanjut hingga Kamis (3/9/2026), ketika sebagian siswa tetap masuk sekolah namun mengeluhkan sakit perut. ‎ ‎Situasi kemudian berkembang. Sejumlah siswa yang mengalami keluhan harus mendapatkan penanganan medis dan dilarikan ke beberapa Rumah Sakit yaitu, RSUD Lakipadada , RS Sinar Kasih dan RS Fatimah untuk menjalani pemeriksaan. ‎ ‎Bukan hanya siswa yang terdampak. Yusri, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Makale menyebut, guru dan staf sekolah juga mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi makanan MBG. ‎ ‎Informasi tersebut menam...

Diduga Keracunan MBG di Majene, Puluhan Anak Dirawat: Pengawasan Dapur dan Standar Higiene Dipertanyakan

Di Seputar Kita News.Net -- Majene -- Puluhan murid sekolah dasar serta sejumlah balita di Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, terpaksa mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Sendana 2, Selasa (13/1/2026). Mereka diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi upaya negara meningkatkan kesehatan dan gizi anak. Peristiwa ini langsung memantik perhatian publik. Program MBG yang dirancang untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi justru diduga menimbulkan risiko kesehatan serius. Warga berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera turun tangan melakukan pengawasan menyeluruh. Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Majene, Sandi, menegaskan bahwa kasus ini menjadi alarm keras lemahnya pengawasan. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG seharusnya aktif mengawasi sejak awal, bukan baru bergerak setelah anak-anak jatuh sakit. “Pengawasan itu kewajiban, bukan reaksi set...

Keracunan Santri Di Takalar, Aparat Kepolisian Sudah Laksanakan Monitoring

Berita Diseputar Kita -- Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan membenarkan terjadinya keracunan puluhan santri salah satu pondok pesantren di Desa Pakkabba, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Akibatnya para santri itu harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Sejumlah santri itu mengeluh pusing, sakit perut, muntah, hingga diare. Dari keterangan yang diperoleh sebelum kejadian para santri tersebut menyantap makanan sore yaitu nasi, telur, sayur jenis wortel dan bayam, serta minumnya air O dengan produksi sendiri oleh pihak pesantren dan digunakan oleh warga setempat juga. Terkait hal itu, Kombes Pol E. Zulpan mengungkap pihak Kepolisian setempat telah melaksanakan monitoring terhadap para santri dari Pesantren Tahfidzul Qur'an Assunnah Desa Pakkabba tersebut. "Ya para santri sementara dilakukan perawatan medis di RS ZAENAB Galesong Utara dan PKM Desa Aeng Towa Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar karena mengalami sakit diare", ...

Keracunan Massal Di Acara Takziah Kab.Takalar Telan Korban Jiwa, Aparat Polri Terus Mengusutnya

Berita Diseputar Kita  -- Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan membenarkan terjadi KERACUNAN MASSAL DI ACARA TAKZIAH di KAB. TAKALAR yang mengakibatkan korban jiwa. "Ya salah satu korban keracunan tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh pihak keluarga hari ini, sekira jam 09.20 WITA yaitu HR (9) yang dirawat di RS. Labuan Baji Makassar, merupakan warga Dusun Bontolanra Desa Bontolanra Kec. Galut Kab. Takalar. Kombes Pol E. Zulpan mengatakan kejadian keracunan massal tersebut terjadi diacara takziah malam ketiga di rumah MP (65 ), di Dusun Pangkajene Desa Pakkabba Kec. Galut Kab. Takalar pada hari Rabu tanggal 29 September 2021 sekira Pukul 20.30 Wita. Dituturkan Kabidhumas Polda Sulsel, kejadian berawal saat ratusan keluarga korban dan warga sekitar menghadiri acara tersebut dan setelah usai acara takziah, mereka menyantap makanan nasi dos dan snack yang disediakan oleh pihak tuan rumah. Selain itu, kata E. Zulpan ada juga yang membawa pulang kerumahnya. "Nah setelah...