Jakarta -- Diseputar Kita News -- Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengingatkan agar Pemerintah bisa lebih realistis dalam menyusun asumsi-asumsi dasar yang akan digunakan dalam rangkaian pembahasan RAPBN 2024 nanti. “Di tengah masih tingginya ketidakpastian kondisi ekonomi global dan mulai melandainya harga komoditas unggulan Indonesia di pasar internasional, proyeksi ekonomi Indonesia di tahun 2024 perlu lebih realistis dan sesuai dengan kondisi yang ada,” kata Anis, Sabtu (20/5). Dalam Pidato Menteri Keuangan pada KEM dan PPKF RAPBN Tahun Anggaran 2024, Pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang akan digunakan sebagai asumsi dasar penyusunan RAPBN, dimana pertumbuhan ekonomi diusulkan dalam rentang 5,3% hingga 5,7%. Anis kembali mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional selama ini masih ditopang oleh hasil ekspor terhadap windfall harga komoditas unggulan yang tinggi. “Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2024 sangat optimis. Namun pemerintah perlu lebih realist...