Terbaru
Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label penulis

Peran Penulis Dalam Pemajuan Kebudayaan

 Di Seputar Kita News -- Makassar -- Perlu intervensi kebijakan melalui kurikulum sebagai upaya pemajuan kebudayaan. Peran penulis dan tulisan juga penting untuk mempromosikan budaya lokal kita. Demikian dikemukakan Rusdin Tompo, sebagai Praktisi Mengajar angkatan 4, saat memberikan materi "Cara Mengemas Budaya Lokal dalam Tulisan yang Menarik" di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu, 29 Mei 2024. Materi ini merupakan pertemuan ke-6 untuk peserta mata kuliah Kemahiran Membaca dan Menulis Bahasa Makassar, mahasiswa Prodi Sastra Daerah, semester II, kelas B. Dosen pengampu mata kuliah, Pammuda, SS, M.Hum, dan Dr Sumarlin Rengko HR, M.Hum, membersamai selama perkuliahan berlangsung. Perkuliahan ini berlangsung cukup dinamis karena ada interaksi antara praktisi, dosen pengampu dan mahasiswa. Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Pasal 42, disebutkan bahwa setiap orang berkewajiban, antara lain mempromosikan kebudayaan ...

Rusdin Tompo: Ini 10 Ciri Tulisan Menarik di Era Digital

Di Seputar Kita News -- Makassar -- Platform digital memberi peluang dan ruang bagi setiap orang untuk mempublikasikan tulisannya. Bisa melalui situs web pribadi, kelompok atau komunitas, maupun organisasi. Bahkan bisa melalui akun media sosial, seperti Facebook dll. Penyalurannya pun bisa sekadar sebagai bentuk ekspresi diri untuk menuangkan hobi dan minat pada bidang tulis-menulis atau menjadikan aktivitas menulis sebagai profesi.  Akses untuk mempublikasikan tulisan tersebut sangat dimungkinkan melalui portal berita dalam beragam genre. Berbeda dengan media cetak, yang begitu ketat memberlakukan syarat pemuatan tulisan, pada media online tampaknya agak longgar. Alasannya, antara lain karena di media online tidak ada batasan soal kolam dan halaman. Pemuatannya juga bukan hitungan harian, dan tak harus menunggu mingguan. Setiap saat dimungkinkan bagi seorang penulis bisa memposting tulisan-tulisannya. Namun begitu, Rusdin Tompo, selaku Praktisi Mengajar angkatan 4, ketika memberik...

Kritik Lewat Tulisan Harus Kuat dan Argumentatif

Diseputar Kita News -- Makassar -- "Kalau kita mau menyampaikan sesuatu yang bersifat kritikan terkait kebijakan walikota atau gubernur, maka butuh akses ke pejabat publik tersebut. Itu pun akan ada pertanyaan, memangnya kita siapa? Nah, melalui tulisan, sikap kritis kita akan tersampaikan," terang Rusdin Tompo, dalam kelas kolaborasi Praktis Mengajar Angkatan 4 di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu, 8 Mei 2024. Rusdin Tompo, yang biasa menulis artikel bertema media dan isu-isu perlindungan anak itu menambahkan, tulisan-tulisan yang bersifat kritik itu sesungguh betujuan baik. Karena sebagai koreksi agar dilakukan perbaikan atau perubahan. Juga sebagai masukan sekaligus evaluasi atas suatu kebijakan publik. Koordinator Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Provinsi Sulawesi Selatan itu memberikan materi terkait mata kuliah Kemahiran Membaca dan Menulis Bahasa Makassar untuk mahasiswa Jurusan Sastra Daerah semester II, kelas B di ruang 323 FIB Unh...

Ngupi Buku: Penyambung Peradaban, Kearifan Lokal Di Tengah Arus Perubahan

Diseputar Kita News -- Makassar -- Dalam bedah buku puisi Pertemuan Kecil karya Agus K Saputra, Kamis (18/04), Kongso Sukoco mengatakan, “Salah satu puisi berjudul ‘The Last Pepadu’ menarik perhatian saya, karena sumbernya berasal dari olah raga rakyat yang sangat populer di Lombok yaitu Peresean. Karena itu, perupa setempat (Lalu Syaukani, red) mencoba mengabadikan permaian olahraga tradisional itu. Tentu saja lukisan itu tak menyampaikan pengertian verbal. Tapi mungkin puisi bisa memperluas pemaknaan.”   '...hingga darah menetes//memercik tempat berpijak//menyambut hujan tiba.. Nah seperti ini, Agus menangkap makna lukisan berjudul ‘The Last Pepadu’. Ini hanya salah satu contoh, bagaimana transformasi seni rupa ke medium bahasa memungkinkan perluasan pengertian hasil pengamatan visual. Dan bisa jadi tidak sekedar itu, tapi juga memungkinkan hadirnya pengalaman estetik yang otonom. Dalam contoh ini, lanjut Kongso, puisi salah satunya bisa mengambil peran memperluas pengertian...

Keterampilan Menulis Melatih Kita Berpikir Kritis dan Solutif

Diseputar Kita News -- Makassar -- Mereka yang suka menulis akan terlatih membangun argumentasinya secara sistematis. Sekritis apa pun tulisannya, pandangannya itu akan juga menawarkan gagasan-gagasan solutif, meski hanya terlihat sederhana.  "Saya merasakan manfaat menulis. Salah satunya, bisa mengolah, menimbang-nimbang, mencari diksi atau kalimat yang tepat sebelum mengemukakan sesuatu," jelas Rusdin Tompo, di hadapan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu, 24 April 2024. Rusdin Tompo berbagi pengalaman kepenulisan sebagai Praktisi Mengajar Angkatan 4, yang merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Koordinator Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Provinsi Sulawesi Selatan itu, berbicara di depan mahasiswa semester 2 peserta mata kuliah Kemahiran Membaca dan Menulis Bahasa Makassar. Penulis buku Sehimpun Puisi "Mantra Cinta" itu menyampaikan, kemahiran menulis itu berkaitan ...

Rusdin Tompo: Mau Menulis, Hindari Mental Block

Diseputar Kita News -- Makassar -- Kata-kata seperti "saya tidak bisa menulis" atau "saya tidak punya bakat menulis" merupakan mental block. Sebaiknya, hindari kalimat seperti itu karena hanya akan mematikan motivasi dan membunuh potensi seseorang dalam menulis. Demikian disampaikan Rusdin Tompo, penulis buku dan pegiat literasi, kepada mahasiswa peserta Mata Kuliah Kemahiran Membaca dan Menulis Bahasa Makassar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hanasuddin (Unhas), Rabu, 17 April 2024. Ini merupakan pertemuan pertama dirinya sebagai Praktisi Mengajar Angkatan 4 dengan mahasiswa Semester II, Kelas B. Menariknya, di antara mahasiswa itu terdapat seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yang mengikuti program Kampus Merdeka di FIB Unhas. Mental block, lanjut Rusdin Tompo, merupakan penghambat seseorang ketika hendak memulai menulis, dan juga aktivitas lainnya. Ketidakyakinan diri itu akan mempengaruhi pikiran kita secara negat...

Agus K Saputra Padukan Lukisan, Foto, dan Puisi dalam Buku "Pertemuan Kecil"

Diseputar Kita News -- Makassar -- Agus K Saputra “melepas” buku kumpulan puisi lagi. Kali ini -untuk ketujuh kalinya- dengan judul Pertemuan Kecil. Ya, ini semacam kreativitas baru. Menggagas sebuah pertemuan antara para seniman lukis dan foto. Bertemunya dalam rangkaian kata-kata, yaitu puisi. Menurut Kongso Sukoco –penulis, jurnalis dan pegiat teater—Agus K Saputra bukan karena kehabisan gagasan dan inspirasi untuk menulis puisi. Sebagaimana penyair menulis puisi yang berangkat dari realitas pengalaman sehari-hari. Ia mungkin -tulis Kongso di halaman 89- selain mencoba hal baru dan berbeda, bisa jadi Agus merasa bahwa menterjemahkan karya seni rupa menjadi puisi adalah tantangan dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya dalam penulisan puisi. “Ia mungkin juga ingin mengeksplorasi hubungan dan interaksi antara seni sastra dan seni rupa, yang keduanya merupakan bentuk ekspresi seni yang indah dan bermakna,” beber Kongso. Isnan Sudiarto mengatakan bahwa di karya f...

Semangat Menulis Mesti Jadi Nilai Tambah Setiap Mahasiswa

Diseputar Kita News-- Makassar-- "Semangat menulis mesti jadi nilai tambah setiap mahasiswa. Bahkan, ketika nanti menjalani profesi apa pun, spirit kepenulisan harus terus dirawat," imbuh Rusdin Tompo, penulis dan pegiat literasi. Rusdin Tompo menyampaikan hal itu dalam pertemuan terakhir dengan mahasiswa peserta mata kuliah Kemahiran Menulis Bahasa Bugis-Makassar, di ruang FIB 217 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Jumat, 8 Desember 2023. Dia hadir berbagi pengalaman sebagai bagian dari program praktisi mengajar di Departemen Sastra Daerah. Penulis yang sudah menelurkan beberapa buku kumpulan puisi, serta buku-buku bertema advokasi perlindungan anak dan media itu, lalu bercerita tentang kegigihan Marquis de Sade dalam menulis. Terlepas dari konten tulisannya, ada semangat yang bisa ditiru dari Marquis de Sade, bangsawan dan penulis filsafat yang dipenjara lantaran ide-ide liarnya. Koordinator Satupena Sulawesi Selatan itu, mengangkat cerita ini sebaga...

Rusdin Tompo: Menulis Puisi Bukan Sekadar Kata-Kata Indah Tapi Juga Bermakna

  Diseputar Kita News -- Makassar -- Menulis puisi bagi Rusdin Tompo, penulis dan pegiat literasi, bukan sekadar terpaku pada keindahan kata-kata atau larik-lariknya. Namun, terpenting adalah makna dan pesan yang akan disampaikan. Pencipta puisi "Panggil Aku Daeng" itu menyampaikan, memang terkadang pada masa awal, seseorang lebih menekankan pada estetika larik-larik puisinya. Itu bagian dari proses belajar, di mana si penulis mengekplorasi keindahan bahasanya.  Nanti, lanjutnya, ada semacam panggilan menulis puisi sebagai sikap kritis, kepedulian dan keberpihakan. Puisi jadi medium ekspresi untuk membela orang-orang yang terpinggirkan, mereka yang termarginalkan, dan wujud rasa kemanusiaan penulisnya. "Menulis puisi itu bukan cuma soal rasa bahasa yang indah, tapi kedalaman maknanya," jelas Rusdin Tompo, yang mengaku mulai menulis puisi sejak duduk di bangku Sekolah Dasar itu. Dia lalu mengutip tulisan Sofyan RH Zaid, dalam "Kaidah Puisi & Akidah Kepenyair...

Citra dan WAG "Penulis Hebat SDN Borong

"Citra, murid kelas 4A SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Biasa dipanggil Citra. Lahir di Jakarta, tanggal 25 November 2013."  Diseputar Kita News -- Makassar -- Data diri ini ditulis Citra, setelah dia menyampaikan keinginannya menulis buku kepada Rusdin Tompo, pegiat Sekolah Ramah Anak (SRA), yang juga seorang penulis. Obrolan keduanya terjadi pada Minggu, 12 November 2023, sekira pukul 13.45 wita  Anak pasangan Hirwan dan Riska Wati itu mengaku punya hobi bercerita, menulis, dan dance. Cita-citanya, mau menjadi pengusaha besar. Dia suka pelajaran bahasa Inggris. Sementara alasannya suka menulis karena, katanya, ingin membanggakan orang tua. Juga karena bisa bangga pada karyanya sendiri. "Saya ingin bangga dengan karya sendiri," tulis Citra dalam bionarasinya yang dikirim melalui WhatsApp. Dalam obrolan siang itu dia bertanya, apakah nanti di bukunya bisa ditambahkan biodata? Rusdin Tompo, menjawab perlu karena itu bagian dari identitas buku dan ...

FIB Unhas Gandeng Penulis pada Kelas Praktisi Mengajar

Foto Rusdin Tompo mengenakan baju kera warna biru berdiri di belakang barisan ke tiga dari kanan bersama kumpulan penulis Indonesia    Diseputar Kita News -- Makassar -- Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin, mengundang penulis dan editor buku, Rusdin Tompo, Jumat, 17 November 2023. Koordinator Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA Provinsi Sulawesi Selatan itu berbagi pengalaman menulis dengan mahasiswa semester 3, di ruang FIB 217, selama kurang lebih satu setengah jam. Rusdin Tompo yang dikenal sebagai pegiat literasi, hadir berdasarkan surat Ketua Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya, Prof Dr Gusnawaty, M.Hum. Dalam surat permohonan menjadi dosen praktisi itu disebutkan bahwa dosen praktisi dilaksanakan untuk mendukung program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Pammuda, SS, M.Hum, dosen Departemen Sastra Daerah, sekaligus Sekretaris Departemen Sastra Daerah FIB Unhas, mengatakan bahwa kelas praktisi mengaja...