Di Seputar Kita News.Net -- Rantepao -- Polemik dugaan adanya “P3K siluman” di Kabupaten Toraja Utara kembali memanas. Isu yang menyeret sejumlah nama ke dalam daftar penerima P3K tanpa proses resmi kini mendapat bantahan keras dari salah satu pihak yang merasa dirugikan: Risalina, pramusaji di rumah jabatan (rujab). Ia menegaskan bahwa namanya dicatut tanpa dasar dan informasi yang beredar telah menyesatkan publik. Risalina mengungkapkan bahwa ia telah bekerja sebagai tenaga honorer sejak tahun 2020. Karena itu, tuduhan bahwa dirinya “tiba-tiba” muncul sebagai pegawai non-ASN tanpa rekam jejak dianggapnya tidak hanya salah, tetapi juga merusak reputasinya. Ia mengaku baru mengetahui namanya ikut tercantum dalam isu “P3K siluman” setelah informasi tersebut menyebar tanpa adanya konfirmasi. “Saya honorer sejak 2020. Jadi sangat tidak benar kalau saya disebut tiba-tiba muncul sebagai P3K. Nama saya dicatut tanpa klarifikasi, dan itu merugikan saya,” tegas Risalina, m...