Di Seputar Kita News.Net -- Tana Toraja — Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu hamil kembali diperkuat melalui kegiatan Pelatihan Pelayanan Antenatal Care (ANC) dan Penggunaan USG Dasar Obstetri Terbatas yang digelar oleh Dinas Kesehatan Toraja Utara pada 18–25 Juni 2025. Pelatihan ini dirancang khusus untuk dokter umum di puskesmas dan rumah sakit yang belum pernah mendapatkan pelatihan serupa, sebagai langkah memperkuat deteksi dini risiko kehamilan.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua metode, yakni daring pada 18–20 Juni 2025 di lokasi masing-masing peserta, serta klasikal pada 23–25 Juni 2025 yang berpusat di Hotel Pantan serta beberapa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Pola blended learning ini dipilih agar peserta dapat memahami teori sekaligus memperkuat keterampilan teknis melalui praktik langsung.
Tiga dokter spesialis obstetri dan ginekologi berpengalaman hadir sebagai fasilitator, yakni dr. Ervan James Randahunga, Sp.OG, dr. Syahruni Syahrir, SpOG(K), dan dr. Elia Tombe, Sp.OG. Kehadiran para spesialis ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dari tenaga ahli, terutama dalam penggunaan USG obstetri terbatas yang berperan penting dalam pemantauan kehamilan.
Materi pelatihan difokuskan pada pemeriksaan ANC yang sesuai standar, teknik penggunaan USG dasar untuk mendeteksi kelainan sejak awal, serta tata laksana kasus risiko tinggi. Peserta juga mendapat pendampingan langsung dalam pemeriksaan ibu hamil di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, Yosefina Rombetasik, S.Si., Apt, dalam sambutan penutupnya menyampaikan apresiasi kepada para dokter spesialis yang telah menjadi mentor bagi para dokter umum. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan agar pelayanan ANC semakin baik dan mampu mencegah komplikasi kehamilan sedini mungkin.
Menurut Yosefina, keberhasilan pelayanan kesehatan ibu dan bayi sangat ditentukan oleh kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali faktor risiko sejak awal. "Semoga pelayanan ANC semakin berkualitas dan mampu menurunkan kasus kematian ibu dan bayi. Deteksi dini menjadi kunci utama," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar perangkat USG di puskesmas dirawat secara berkala serta distandarisasi ulang, sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan tetap memberikan hasil yang akurat. Dengan penguatan kapasitas tenaga kesehatan ini, Dinas Kesehatan berharap kualitas pelayanan dasar di Toraja Utara akan semakin meningkat dan memberi dampak langsung pada kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. (M.khanif)

Komentar
Posting Komentar