Antrean BBM Sempat Mengular, Polisi Kini Perketat Pengawasan SPBU di Toraja Utara, Satreskrim Temukan Barcode Tak Sesuai Kendaraan Saat Patroli SPBU
Antrean BBM Sempat Mengular, Polisi Kini Perketat Pengawasan SPBU di Toraja Utara, Satreskrim Temukan Barcode Tak Sesuai Kendaraan Saat Patroli SPBU
SEPUTAR KITA NEWS ---- TORAJA UTARA — Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Toraja Utara dalam beberapa pekan terakhir sempat mengular. Kondisi itu membuat aktivitas pengisian bahan bakar bersubsidi menjadi perhatian, terutama terkait kesesuaian kendaraan, barcode, dan kuota pengisian.
Untuk memastikan situasi tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Toraja Utara melakukan patroli rutin dengan menyambangi sejumlah SPBU, Sabtu (5/9/2026).
Patroli tidak hanya untuk melihat penyebab panjangnya antrean. Petugas juga mengecek penggunaan barcode, memastikan kesesuaiannya dengan nomor polisi kendaraan serta mengingatkan agar tidak terjadi pengisian BBM secara berulang.
Dalam pengecekan di lapangan, Satreskrim Polres Toraja Utara juga mengimbau pihak SPBU agar tidak melayani kendaraan yang menggunakan tangki rakitan maupun kendaraan yang melakukan pengisian berulang. Pengisian diharapkan dilakukan sesuai barcode dan plat nomor kendaraan yang terdaftar, serta juga menghimbau kepada pihak SPBU untuk memasang baliho atau papan himbauan.
Iptu Ruxon Kasat Reskrim Polres Toraja Utara bersama jajarannya bahkan menemukan satu kendaraan yang nomor polisinya tidak sesuai dengan barcode yang digunakan. Petugas tidak langsung mengambil tindakan keras, tetapi memberikan teguran dan imbauan secara humanis agar kendaraan tersebut tidak melakukan pengisian.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga agar distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Sementara itu, antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU Toraja Utara dalam beberapa pekan terakhir mulai berangsur normal. Berdasarkan keterangan salah seorang pegawai SPBU, kondisi antrean saat ini sudah lebih terkendali dibandingkan sebelumnya.
Pegawai SPBU tersebut menyebut kuota yang tersedia berada di kisaran 16 ribu liter, sehingga kondisi pelayanan mulai kembali agak normal.
Iptu Ruxon mengimbau masyarakat agar mengikuti ketentuan pengisian BBM, menggunakan barcode sesuai kendaraan dan tidak melakukan pengisian berulang. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan tangki yang telah dimodifikasi atau dirakit untuk menampung BBM dalam jumlah tidak semestinya, himbaunya.
Patroli ini menjadi bentuk pengawasan langsung di lapangan agar pelayanan BBM berjalan tertib, antrean tidak kembali memanjang, dan masyarakat yang berhak memperoleh BBM bersubsidi dapat terlayani dengan baik. (M.khanif)
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Disini:



Komentar
Posting Komentar