Aris Sanda Korban Pembunuhan di Wamena Dipulangkan, Bupati Frederik Kecam Kekerasan terhadap Warga Sipil
SEPUTAR KITA NEWS -- MAKASSAR – Jenazah Aris Sanda (Papa Tasia), warga Toraja Utara yang menjadi korban pembunuhan di Wamena, Papua Pegunungan, dipulangkan ke kampung halaman pada Jumat (18/9/2026).
Di Makassar, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong hadir langsung untuk menjemput jenazah sebelum diberangkatkan menuju Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila’, Kabupaten Toraja Utara.
Bagi Frederik, kehadirannya bukan sekadar mendampingi proses pemulangan jenazah. Ia mengatakan, kedatangannya merupakan bentuk ungkapan turut berduka sekaligus penghormatan kepada almarhum.
“Saya menjemput sebagai bentuk ungkapan turut berduka sekaligus memberi hormat kepada almarhum yang sudah menjadi saluran berkat bagi keluarga dan daerah,” ujar Frederik.
Ia menyampaikan bahwa kepergian Aris Sanda meninggalkan duka mendalam, terlebih karena almarhum meninggal dalam kondisi yang menurutnya sangat tragis.
“Kita berduka atas kematian beliau yang sangat tragis sekaligus mengecam tindakan di luar batas kemanusiaan yang dilakukan oleh TPNPB kepada warga sipil yang justru membantu memberi pelayanan kepada masyarakat di daerah terpencil,” katanya.
Frederik juga menyampaikan doa bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri dan anak semata wayang almarhum.
“Kita mendoakan istri dan anak semata wayang yang ditinggalkan almarhum,” ucapnya.
Selain itu, ia berharap situasi di Papua dapat kembali diliputi kedamaian sehingga masyarakat sipil dapat menjalani kehidupan dan memperoleh pelayanan tanpa rasa takut.
“Kita juga memohon kiranya Tuhan mengaruniakan kedamaian di Papua,” ujar Frederik.
Setelah proses penjemputan di Makassar, jenazah Aris Sanda selanjutnya diberangkatkan menuju Tampan Bonga, Toraja Utara. Di kampung halaman, jenazah akan disemayamkan dan dipertemukan kembali dengan keluarga serta kerabat untuk mendapatkan penghormatan terakhir.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Frederik juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum.
Ia berharap almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan penghiburan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Pemulangan Aris Sanda ke Toraja Utara menjadi perjalanan terakhir menuju tanah kelahirannya, sekaligus menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. (M.khanif)

Komentar
Posting Komentar