Bupati Frederik Sambut Tim Surveior LAFKI, Akreditasi RSUD Pongtiku Jadi Momentum Benahi Pelayanan
Bupati Frederik Sambut Tim Surveior LAFKI, Akreditasi RSUD Pongtiku Jadi Momentum Benahi Pelayanan
Memuat artikel...
Seputar Kita News -- RANTEPAO – Dua hari ke depan menjadi momen penting bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pongtiku. Bukan sekadar menjalani penilaian, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Toraja Utara itu tengah menghadapi proses yang diharapkan menjadi pijakan baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Senin (31/8/2026), suasana di Aula RSUD Pongtiku terasa berbeda. Tim Surveior dari Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) tiba untuk melaksanakan survei akreditasi BLU RSUD Pongtiku.
Kedatangan tim tersebut disambut langsung oleh Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong bersama jajaran pemerintah daerah dan manajemen RSUD Pongtiku.
Survei akreditasi dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 31 Agustus hingga 1 September 2026. Selama proses tersebut, tim surveior akan melihat secara langsung berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan rumah sakit.
Bagi Bupati Frederik, proses akreditasi tidak semestinya dipandang hanya sebagai kewajiban administratif. Lebih jauh, akreditasi harus menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Tim Surveior LAFKI. Ia berharap proses tersebut menjadi momentum bagi RSUD Pongtiku untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Menurutnya, pelayanan kesehatan harus dibangun dengan standar profesional, mengutamakan keselamatan pasien, serta memberikan rasa aman dan kepuasan kepada masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan.
Pesan tersebut kemudian sejalan dengan penjelasan Ketua Tim Surveior LAFKI, dr. Ardin Sani, M.Kes., FIHFAA.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dan seluruh jajaran RSUD Pongtiku atas sambutan serta penerimaan yang diberikan kepada tim surveior.
“Kami dari Tim Surveior mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas penerimaan kami dalam mengikuti proses survei akreditasi ini,” ujar dr. Ardin.
Ia menjelaskan, bersama rekannya, Nesr Wisnu Maulana, S.Kep., M.Kes., MTDP., FIHFAA, dirinya mendapat amanah dari LAFKI untuk melaksanakan survei secara langsung selama dua hari di RSUD Pongtiku.
Namun, menurut dr. Ardin, inti dari akreditasi bukanlah sekadar mengejar predikat atau memastikan dokumen rumah sakit tersusun lengkap.
Ada hal yang jauh lebih penting: memastikan setiap pelayanan yang diberikan benar-benar berjalan dengan mengutamakan keselamatan pasien, mutu pelayanan, serta kebutuhan masyarakat.
Karena itu, proses survei diharapkan tidak berhenti pada penilaian. Temuan, evaluasi dan masukan selama proses akreditasi dapat menjadi bahan bagi RSUD Pongtiku untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat Toraja Utara, peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit tentu memiliki arti penting. Rumah sakit bukan hanya tempat ketika seseorang membutuhkan pengobatan, tetapi juga menjadi salah satu wajah pelayanan pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat.
Karena itu, akreditasi RSUD Pongtiku diharapkan tidak sekadar menghasilkan sebuah predikat, tetapi meninggalkan perubahan nyata dalam cara rumah sakit memberikan pelayanan kepada pasien.
Dari proses selama dua hari tersebut, RSUD Pongtiku diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, bermutu dan berorientasi pada pasien.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Toraja Utara, Asisten Pemerintahan dan Kerja Sama, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris DP3A, serta jajaran terkait lainnya. (M.khanif)
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Disini:

Komentar
Posting Komentar