Bupati Frederik Viktor Palimbong : Toraja Utara Masuk Zona Risiko Tinggi, Waspada Bencana Tanggung Jawab Bersama
Dalam HUT PMI ke-81, Pemda gelar simulasi tanggap darurat dan donor darah. Call center 112 siaga 24 jam
SEPUTAR KITA NEWS ---- TORAJA UTARA - Mengusung semangat kemanusiaan, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara bersama PMI menggelar Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Bencana serta Aksi Donor Darah dalam rangka HUT Palang Merah Indonesia ke-81, Kamis 11 September 2026.
Kegiatan ini dibuka langsung Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong.
Saat diwawancarai, Bupati FVP menegaskan Toraja Utara masuk dalam kategori daerah dengan indeks risiko bencana tinggi di Indonesia.
Karena itu, penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
"Temanggung jawab untuk pencegahan dan penanganan bencana maupun pasca bencana tidak hanya kepada pemerintah tapi juga ada PMI, relawan, organisasi-organisasi kemanusiaan dan bahkan melibatkan unsur masyarakat," tegas Bupati.
Tujuan utama sosialisasi dan simulasi ini, lanjutnya, adalah membangun kewaspadaan. Agar risiko dan korban jiwa serta harta benda bisa diminimalkan, baik saat bencana alam maupun non alam.
Bupati menyebut dari segi peralatan saat ini sudah cukup. Ditambah dukungan anggaran, BPBD dan Damkar kini standby 24 jam untuk merespons cepat setiap kejadian.
Namun ia juga mengingatkan satu hal penting: pencegahan dari masyarakat.
"Saya himbau kepada seluruh masyarakat Toraja Utara untuk tidak membakar sampah, tidak membakar lahan yang kemudian menyebabkan kebakaran yang lebih luas," imbaunya.
Ia mencontohkan kejadian kebakaran di Nanggala, Buntupepasan, dan Sanggalangi' sebagai pengalaman buruk. "Beruntungnya rekan-rekan bisa menangani hal tersebut," ujarnya.
Untuk penanganan cepat, Bupati mengingatkan masyarakat bisa menghubungi Call Center 112 milik Pemda Toraja Utara jika terjadi kebakaran atau bencana.
Rangkaian HUT PMI ke-81 ini tidak hanya diisi sosialisasi. Ada simulasi tanggap darurat untuk melatih kesiapsiagaan, serta kegiatan donor darah sebagai wujud nyata kepedulian kemanusiaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, perwakilan Polres Toraja Utara, perwakilan Kodim 1414, Kalaksa BPBD, Kepala BKD, Kadinkes, Inspektur Inspektorat, dan PMI Sulawesi Selatan sebagai narasumber.
Dengan simulasi ini, Pemda berharap seluruh elemen di Toraja Utara semakin siap. Karena menghadapi bencana, kuncinya satu: waspada bersama, bergerak bersama. (M.khanif)
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Disini:

Komentar
Posting Komentar