SEPUTAR KITA NEWS ----- JAKARTA — Peringatan 25 tahun Partai Demokrat menjadi momentum bagi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk menyampaikan pesan tegas mengenai penggunaan kekuasaan dan fasilitas negara.
Pesan tersebut disampaikan AHY dalam pidato politik memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin 7 September 2026.
Dalam pidatonya, AHY mengingatkan bahwa jabatan pemerintahan bukanlah kekuasaan yang dapat dimiliki selamanya. Setiap jabatan memiliki masa bakti dan pada hakikatnya merupakan amanah yang diberikan oleh rakyat.
Karena itu, AHY menegaskan kekuasaan tidak boleh digunakan secara berlebihan ataupun diarahkan untuk kepentingan politik tertentu.
Menurut AHY, demokrasi yang sehat bukan hanya membutuhkan pemerintahan yang kuat dan efektif, tetapi juga pemerintahan yang terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
AHY juga secara khusus mengingatkan aparatur negara, mulai dari TNI, Polri hingga aparatur sipil negara (ASN), agar tetap menjaga profesionalisme. Ia menyoroti potensi penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan politik praktis.
Fasilitas yang berasal dari negara, menurut AHY, semestinya digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk memberikan keuntungan kepada kelompok atau peserta politik tertentu.
Pesan tersebut mendapat perhatian dari Dewi Sartika Pasande yang juga merupakan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Ia menilai pidato politik AHY bukan sekadar rangkaian kata, tetapi membawa pesan mengenai arah, harapan dan masa depan bangsa.
“Pidato politik AHY bukan sekadar rangkaian kata, tetapi sebuah pesan tentang arah, harapan, dan masa depan bangsa,” kata Dewi.
Menurut Dewi, ketegasan dalam bersikap, kejernihan dalam berpikir dan keberanian dalam mengambil langkah merupakan bagian penting dalam perjuangan politik. Prinsip tersebut, kata dia, harus tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa.
Bagi masyarakat, pesan mengenai penggunaan kekuasaan dan fasilitas negara memiliki arti penting. Kekuasaan yang dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab diharapkan dapat memastikan pelayanan publik tetap berjalan untuk kepentingan warga, tanpa dicampuradukkan dengan kepentingan politik praktis.
Masyarakat juga membutuhkan pemerintahan yang tidak hanya kuat dalam mengambil keputusan, tetapi bersedia mendengar kritik dan masukan. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan dapat lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dewi kemudian mendorong Partai Demokrat untuk terus bergerak dan hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran partai harus diwujudkan melalui kontribusi nyata dan upaya menjadi bagian dari penyelesaian berbagai persoalan bangsa.
“Demokrat harus terus bergerak, hadir, dan menjadi bagian dari solusi untuk Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti pada pidato politik, tetapi diterjemahkan dalam kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Bagi Dewi, politik pada akhirnya harus kembali kepada tujuan utamanya, yakni memperjuangkan kepentingan rakyat dan mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Di akhir pernyataannya, Dewi menyampaikan optimisme terhadap perjalanan Partai Demokrat dengan seruan, “Demokrat jaya, jaya, jaya.” (M.khanif)
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Disini:

Komentar
Posting Komentar