Duka di Tallunglipu: Ibu 18 Tahun dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Meninggal, Diduga Korban Persalinan oleh Bukan Tenaga Medis
Polres Toraja Utara tetapkan 1 orang sebagai tersangka. Polisi imbau warga gunakan layanan puskesmas dan RS untuk persalinan
SEPUTAR KITA NEWS ---- TALLUNGLIPU - Laporan warga pada Minggu sore, 6 September 2026 sekitar pukul 15.00 WITA, membawa polisi ke sebuah rumah di Kelurahan Tagari, Kecamatan Tallunglipu. Di sana ditemukan dua jenazah: seorang ibu muda dan bayi perempuan yang baru dilahirkan.
Korban diketahui bernama AS, 18 tahun, warga Sa'dan Tiroallo, Kecamatan Sa'dan. Bayi yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan.
Menerima laporan, personel Polres Toraja Utara langsung bergerak ke lokasi. Garis polisi dipasang, TKP diamankan, dan olah TKP dilakukan bersama tim medis.
Hasil visum awal memperkirakan AS telah meninggal sekitar 6 jam sebelum petugas tiba. Kondisi jenazah sudah kaku dan terdapat lebam mayat.
Pada jenazah bayi, tim medis menemukan luka lebam di bagian wajah serta luka di leher sebelah kiri.
Iptu Ruxon, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara melalui Kasi Humas AKP Sette Marrung menyampaikan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, persalinan diduga dilakukan oleh Sdri. BD.
"Diduga kuat kematian korban dan bayinya akibat kesalahan pada saat proses penanganan persalinan yang dilakukan oleh Sdri. BD. Yang bersangkutan bukan merupakan tenaga medis yang memiliki kompetensi dalam penanganan persalinan," ungkapnya.
Atas perbuatannya, BD kini dijerat Pasal 439 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ancamannya pidana penjara paling lama 5 tahun.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit. AKP Sette Marrung mengimbau seluruh masyarakat Toraja Utara, khususnya ibu hamil, untuk tidak ragu mendatangi tenaga medis.
"Gunakan layanan tenaga medis yang ada di Rumah Sakit maupun Puskesmas bagi setiap ibu hamil ataupun yang akan melakukan persalinan agar mendapatkan penanganan yang tepat," tegasnya.
Saat ini Polres Toraja Utara masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka dan saksi-saksi untuk melengkapi berkas perkara.
Dua nyawa melayang di Tallunglipu. Di balik duka itu, ada pesan penting: persalinan bukan hal sepele. Keselamatan ibu dan bayi harus ditangani oleh tangan yang tepat. (M.khanif)

Komentar
Posting Komentar