Mengkendek Jadi Pilot Project RDTR Tana Toraja, Salah Satu Penariknya Ada Rencana Pembangunan Kota Satelit
SEPUTAR KITA NEWS -- TANA TORAJA — Pertumbuhan kawasan Mengkendek yang semakin cepat membuat kebutuhan penataan wilayah menjadi semakin mendesak. Kecamatan ini tidak hanya berkembang sebagai kawasan permukiman, tetapi juga mulai menjadi salah satu penyangga penting bagi Makale sebagai ibu kota Kabupaten Tana Toraja.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Kecamatan Mengkendek dipilih sebagai pilot project penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Tana Toraja.
Pembahasan penyusunan RDTR tersebut berlangsung dalam kegiatan FGD-1 Kelompok Masyarakat dan Keterlibatan Perempuan, yang digelar di Grand Metro Hotel, Kamis (17/9/2026).
Tim Leader PT Pasamitra Utama, Misbahi Barhap, yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa Mengkendek memiliki sejumlah faktor yang membuat kawasan tersebut membutuhkan penataan secara lebih terarah.
Selain pertumbuhan wilayah yang cepat, Mengkendek juga memiliki sejumlah fasilitas dan rencana pengembangan berskala besar, termasuk bandara, kampus, serta rencana pengembangan kota satelit.
“Kenapa Kecamatan Mengkendek? Karena pertumbuhannya cepat, kemudian lokasi tersebut menjadi penyangga wilayah Makale selaku ibu kota Tana Toraja. Ada pelayanan skala besar seperti bandara, kampus, kemudian ada rencana kota satelit yang akan dikembangkan. Itu menjadi penariknya sehingga harus segera ditata,” jelas Misbahi.
Menurutnya, penyusunan RDTR diharapkan dapat memberikan kepastian dalam pemanfaatan ruang sekaligus membantu mempercepat proses perizinan. Nantinya, perizinan tersebut juga diarahkan agar dapat terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS).
Penataan ruang juga dinilai dapat memberikan kepastian terhadap pemanfaatan lahan. Dengan adanya kejelasan peruntukan ruang, masyarakat maupun pelaku usaha dapat mengetahui kawasan yang sesuai untuk berbagai aktivitas pembangunan.
Menariknya, proses penyusunan RDTR tersebut tidak hanya membicarakan pembangunan fisik. Kelompok masyarakat, perempuan, kelompok rentan, serta masyarakat adat juga dilibatkan agar rencana tata ruang yang disusun lebih inklusif dan mempertimbangkan kebutuhan berbagai kelompok.
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melalui Yanti Mappiley Kepala Dinas PUPR, juga menyampaikan pandangan yang sejalan mengenai pentingnya penataan kawasan Mengkendek sebagai bagian dari arah pembangunan daerah.
Bagi Camat Mengkendek, Alfian Andi Lolo, penunjukan wilayahnya sebagai pilot project menjadi sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab.
“Kami sangat bersyukur Kecamatan Mengkendek menjadi satu-satunya yang menjadi pilot project di Tana Toraja. Kami sangat berbangga karena program ini langsung bekerja sama dengan kementerian,” katanya.
Alfian mengatakan pemerintah kecamatan mendukung proses tersebut agar ke depan Mengkendek dapat berkembang lebih baik, termasuk dalam pembangunan dan berbagai kegiatan lainnya.
Saat ini, wilayah yang masuk dalam cakupan program RDTR tersebut mencapai lebih dari 6.000 hektare, yang meliputi tiga kelurahan dan tujuh lembang.
Dengan cakupan wilayah yang luas dan perkembangan kawasan yang terus bergerak, penyusunan RDTR diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi menjadi pedoman dalam mengarahkan pembangunan Mengkendek agar lebih teratur.
Keterlibatan masyarakat dan perempuan dalam proses ini juga menjadi bagian penting. Sebab, penataan ruang pada akhirnya akan bersentuhan langsung dengan kehidupan warga, mulai dari tempat tinggal, aktivitas ekonomi, fasilitas publik hingga pengembangan kawasan di masa mendatang.
FGD tersebut dihadiri Asisten I Pemerintah Daerah Tana Toraja, jajaran Dinas PUPR, Camat Mengkendek, lurah, kepala lembang serta undangan lainnya.
Dari Mengkendek, proses penyusunan RDTR ini diharapkan menjadi langkah awal menuju tata ruang yang lebih tertib, memberikan kepastian perizinan, sekaligus membuka ruang bagi pembangunan yang tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat dan karakter wilayah. (M.Khanif)
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Disini:




Komentar
Posting Komentar