Toraja Utara Masuk 30 Daerah Prioritas di Sektor Pengelolaan Persampahan, Bupati Frederik Antusias Daerahnya Menjadi Percontohan
TORAJA UTARA MASUK 30 DAERAH PRIORITAS LSDP, DIPROYEKSIKAN JADI PERCONTOHAN PENGELOLAAN SAMPAH NASIONAL
Memuat artikel...
SEPUTAR KITA NEWS ---- TORAJA UTARA – Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mendapat kepercayaan menjadi salah satu dari 30 kabupaten/kota prioritas di Indonesia dalam pelaksanaan Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), sebuah program yang didukung World Bank bersama pemerintah pusat untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pengelolaan persampahan.
Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program tersebut, tim LSDP melaksanakan kunjungan lapangan di Kabupaten Toraja Utara selama tiga hari, 31 Agustus hingga 2 September 2026. Kunjungan ini melibatkan unsur National Steering Committee, Central Project Management Unit (CPMU), Project Implementation Unit (PIU), World Bank, Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, serta unsur pemerintah daerah. Tim disambut oleh Kadis Lingkungan Hidup Toraja Utara Semuel L Tandirerung, S.STP,M.Tr.A.P di Objek Wisata Buntupune Kecamatan Kesu’.
Perwakilan World Bank sekaligus Senior Urban Specialist dan Project Team Leader LSDP, Yuko Arai, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang baik dan hangat serta komitmen Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dalam mendukung penguatan pengelolaan sampah.
Menurut Yuko, persoalan sampah saat ini menjadi salah satu perhatian penting dalam pembangunan nasional karena pengelolaan yang tidak optimal berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
Melalui program LSDP, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup pengadaan peralatan, penguatan sumber daya manusia, bantuan teknis, serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah selama periode pelaksanaan program.
“Toraja Utara telah masuk dalam daftar prioritas pemerintah dan menjadi salah satu dari 30 daerah terpilih dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujar Yuko Arai.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program akan disertai dengan mekanisme hibah berbasis kinerja untuk memastikan dukungan yang diberikan mampu menghasilkan peningkatan pelayanan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selanjutnya Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, S.T., S.M., M.Ak., menerima Tim LSDP di Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara, dalam sambutannya Bupati Toraja Utara menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Toraja Utara. Menurutnya, keikutsertaan dalam program LSDP merupakan peluang besar untuk melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Bupati mengapresiasi kerja tim pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup, Badan Perencanaan Pembangunan,Riset, dan Inovasi Daerah serta OPD terkait yang selama ini secara intensif melakukan koordinasi dan pemaparan hingga Toraja Utara dipercaya menjadi salah satu daerah prioritas program tersebut.
“Saya sangat antusias ketika disampaikan bahwa kita memiliki kesempatan untuk menjadi daerah percontohan dan melakukan best practice, yang nantinya dapat dikunjungi serta menjadi contoh dalam pengelolaan sampah bagi daerah-daerah lainnya,” kata Frederik.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat lagi dipisahkan dari pembangunan, kemajuan daerah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak bisa lagi berbicara tentang pembangunan dan peningkatan kesejahteraan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan hidup,” tegasnya.
Bupati mengungkapkan, dengan jumlah penduduk sekitar 260 ribu jiwa, cakupan pelayanan pengelolaan sampah di Toraja Utara saat ini baru menjangkau sekitar 30 persen masyarakat. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas pelayanan melalui dukungan program LSDP.
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara juga terus melakukan pembenahan kelembagaan di sektor lingkungan hidup dengan melakukan pemisahan tugas dan fungsi perangkat daerah agar masing-masing dapat bekerja lebih fokus sesuai tanggung jawabnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara merencanakan pembangunan tiga klaster tambahan pengelolaan sampah terpadu untuk memperluas cakupan pelayanan, terutama ke wilayah-wilayah yang menjadi tujuan wisata.
“Dengan adanya program ini, kita optimistis dapat memperluas jangkauan pelayanan pengelolaan sampah di seluruh wilayah Toraja Utara,” ujarnya.
Selain memperluas pelayanan, Bupati berharap pengembangan fasilitas pengelolaan sampah terpadu dapat menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya melalui produksi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan.
Pengelolaan residu juga menjadi perhatian agar seluruh tahapan pengelolaan sampah dapat berlangsung secara berkelanjutan serta memberikan nilai tambah.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara, saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Mirzal beserta seluruh tim yang telah hadir dan mempercayakan program ini kepada kami. Terima kasih juga kepada Yuko Arai dan tim World Bank yang telah memberikan dukungan,” tuturnya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat PEIPD Ditjen Bina Bangda sekaligus bagian dari CPMU Bangda, Mirzal, menyampaikan bahwa terpilihnya Toraja Utara sebagai salah satu daerah penerima program merupakan momentum strategis untuk melakukan reformasi pengelolaan sampah di Indonesia.
Menurut Mirzal, 30 kabupaten/kota yang masuk dalam program telah melalui proses verifikasi, seleksi, dan penetapan. Dengan demikian, tahapan kunjungan kali ini bukan lagi merupakan proses seleksi, melainkan bagian dari konfirmasi hasil verifikasi sekaligus memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menjalankan program.
“Ini merupakan momentum yang mungkin dapat kita ingat di masa mendatang, ketika sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia belum mampu mengelola sampah dengan baik dan belum menjadikannya sebagai sesuatu yang produktif. Namun, Toraja Utara bersama 29 kabupaten/kota lainnya telah menjadi bagian dari upaya tersebut,” ungkap Mirzal.
Dalam kunjungan tersebut, tim juga melakukan pengecekan kesiapan pemerintah daerah dan personel untuk mendukung pembentukan serta penguatan struktur Project Implementation Unit (PIU).
Berbagai aspek strategis menjadi perhatian, mulai dari regulasi, rencana induk pengelolaan sampah, pembagian fungsi regulator dan operator, dokumen teknis, kesiapan lahan, dokumen perencanaan dan Detail Engineering Design (DED), dokumen lingkungan, hingga kesiapan penganggaran.
Tim juga membahas keberlanjutan pembiayaan, lokasi fasilitas persampahan, serta manajemen persampahan yang akan dibangun dalam periode program hingga tahun 2030.
“Dari kegiatan ini, kami ingin memastikan kesiapan untuk lima tahun ke depan, mulai tahun 2026, 2027, 2028, 2029 hingga 2030,” jelas Mirzal.
Salah satu fokus penting dalam pelaksanaan program adalah peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan persampahan. Tim LSDP mendorong agar sistem yang dibangun di Toraja Utara mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah hingga sekitar 100–150 ton per hari.
Selain aspek infrastruktur, penguatan partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting melalui pengembangan dan penguatan kelompok bank sampah.
Mirzal berharap Toraja Utara tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga mampu menjadi contoh atau best practice bagi daerah lain.
“Kami berharap hasil pelaksanaan program di Toraja Utara dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain. Pemerintah daerah dari berbagai wilayah nantinya dapat diundang untuk melihat dan mempelajari bagaimana pelaksanaan program ini dilakukan di Toraja Utara,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta seluruh perangkat daerah di Toraja Utara agar implementasi program dapat berjalan secara maksimal.
“Besar harapan kami, Kabupaten Toraja Utara dapat menunjukkan kinerja yang sangat baik. Dari apa yang kami lihat selama kunjungan, Toraja Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk berhasil mencapai tujuan program ini,” kata Mirzal.
Ia optimistis kepemimpinan Bupati Toraja Utara serta komunikasi dan koordinasi yang telah terbangun dapat menjadi modal penting untuk menjadikan Toraja Utara sebagai salah satu champion dalam pelaksanaan program LSDP selama lima tahun ke depan.
Menurutnya, keberhasilan program LSDP tidak hanya akan menjadi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, tetapi juga menjadi bagian dari keberhasilan program nasional yang melibatkan World Bank dan Kementerian Dalam Negeri.
“Proyek ini harus betul-betul berhasil sehingga World Bank dan Kementerian Dalam Negeri dapat melihat bahwa dukungan yang diberikan kepada 30 daerah ini mampu menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar dari sekadar nilai anggaran yang telah diberikan,” ungkapnya.
Ia berharap Toraja Utara ke depan tidak hanya dikenal sebagai daerah tujuan wisata, tetapi juga mampu menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Kunjungan lapangan dan persiapan program LSDP tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi, S.Ak., M.B.A.; Sekretaris Daerah Toraja Utara Salvius Pasang, S.P., M.P.; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Ir. Amos Sarungallo; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toraja Utara Semuel L. Tandirerung, S.STP., M.Tr.A.P.; Kepala Bapperida Yohanis Rerung Sau’, S.P., M.Si.; Kepala Dinas Perkimtan Robyantha Popang, S.T., M.Si.; Kepala BKAD Matius Sampelalong, S.E., M.Si., serta jajaran perangkat daerah dan stakeholder terkait.
Dari unsur World Bank hadir Yuko Arai (Senior Urban Specialist), Siti Budi Wardhani (Public Policy Consultant), dan Aryo Damar (Interpreter).
Sementara dari CPMU Bangda hadir Mirzal (Analis Kebijakan Ahli Muda, Direktorat PEIPD, Ditjen Bina Bangda), Supriadi, Rizky Dewantara, Yanriko, dan Alisha Irman.
Dari Bappenas hadir Klara Talenta Sinaga (Perencana Ahli Pertama, Dit. Lingkungan Hidup Bappenas) dan Apin Fitri Amalina (Tenaga Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota, Dit. PKDTKD Bappenas).
Dari Kementerian Pekerjaan Umum hadir Arman Rahim, S.T., M.T.; Muhammad Tsaqif Kurniasota, S.T.; dan Muhammad Rizki Febrian, S.M.
Selain itu, turut hadir tim Project Implementation Unit (PIU) dari berbagai subdirektorat di lingkungan Ditjen Bina Bangda, termasuk unsur SUPD I, SUPD II, dan SUPD IV.
Usai kegiatan Pembukaan dilanjutkan kunjungan lapangan ke TPA Karua di Lembang Karua Kecamatan Balusu kemudian kunjungan lapangan ke sekolah percontohan. (SKN)
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya Disini:

Komentar
Posting Komentar