Prihatin Daud Tappi’ Tidur di Kolong Jembatan Garonggong, Bupati Zadrak Tawarkan Tempat Tinggal dan Pekerjaan
SEPUTAR KITA NEWS --- MAKALE – Kisah Daud Tappi’, warga yang selama ini menginap di kolong Jembatan Sungai Garonggong, kawasan Pasar Makale, Kabupaten Tana Toraja, mendapat perhatian pemerintah daerah. Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, menawarkan solusi agar Daud dapat tinggal di tempat yang lebih layak sekaligus memperoleh penghasilan melalui pekerjaan sebagai petugas kebersihan pasar.
Selama berada di Makale, Daud diketahui berjualan tempe pada siang hari di kawasan pasar. Namun, untuk beristirahat pada malam hari, ia terpaksa menempati kolong jembatan di sekitar Sungai Garonggong.
Kondisi tersebut mendapat perhatian setelah keberadaan Daud diketahui oleh pihak terkait. Saat dikonfirmasi 13 Oktober 2026, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Tana Toraja, Eli Bernad, mengatakan bahwa Daud mengalami tekanan psikologis setelah berpisah dengan istrinya.
Meski demikian, kondisi pribadi Daud perlu disikapi dengan empati dan tidak dijadikan alasan untuk memberikan stigma. Ia tetap membutuhkan dukungan agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman dan mandiri.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg menawarkan solusi berupa kesempatan bagi Daud untuk tinggal di lantai dua Pasar Makale.
Selain tempat tinggal, Daud juga ditawari pekerjaan sebagai petugas kebersihan pasar Makale. Dengan demikian, ia diharapkan memiliki tempat beristirahat yang lebih layak sekaligus sumber penghasilan yang lebih teratur.
Kesempatan tersebut juga memungkinkan Daud tetap melanjutkan usahanya berjualan tempe, sehingga pekerjaan sebagai petugas kebersihan dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas usahanya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, modal yang digunakan Daud untuk menjalankan aktivitasnya selama ini berasal dari hasil penjualan ayam miliknya di kampung halaman.
Kisah ini memperlihatkan bahwa di balik kondisi kehidupan yang sulit, seseorang masih memiliki usaha untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu, dukungan yang tepat dapat menjadi langkah awal untuk membangun kembali kemandirian.
Tawaran yang diberikan Bupati Zadrak menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap warga yang menghadapi kesulitan hidup. Namun, agar solusi tersebut benar-benar berkelanjutan, diperlukan tindak lanjut untuk memastikan tempat tinggal yang ditawarkan layak, aman, dan sesuai dengan ketentuan pengelolaan pasar.
Kondisi Daud juga perlu diperhatikan secara manusiawi, termasuk apabila ia membutuhkan pendampingan sosial atau dukungan psikologis. Pendekatan seperti ini penting agar persoalan yang dihadapi tidak hanya ditangani dari sisi tempat tinggal dan pekerjaan, tetapi juga dari sisi kesejahteraan dirinya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan warga yang hidup dalam kondisi rentan membutuhkan perhatian bersama. Pemerintah, petugas di lapangan, dan masyarakat dapat mengambil peran dengan memberikan bantuan yang tepat tanpa merendahkan atau menghakimi.
Harapannya, kesempatan yang ditawarkan kepada Daud dapat menjadi awal bagi kehidupan yang lebih aman, produktif, dan mandiri, sekaligus mencerminkan pentingnya kepedulian sosial dalam membangun Tana Toraja yang lebih manusiawi. (M.khanif)

Komentar
Posting Komentar