Siasat Cerdas Toraja Utara: Jaga Hutan Sekaligus Bikin Kopi Lokal Mendunia, Lima Lembang Ini Jadi Motor Penggerak Kopi Ramah Iklim
SEPUTAR KITA NEWS --- TORAJA --- Pemerintah Kabupaten Toraja Utara bersama Konsorsium Yaku-Payo-Payo resmi menyusun peta jalan (roadmap) Perhutanan Sosial yang terintegrasi dengan aksi adaptasi perubahan iklim demi menjaga kelestarian alam sekaligus mendongkrak ekonomi warga.
Melalui program pengembangan Kopi Adaptif, langkah ini diharapkan menjadi solusi cerdas bagi petani lokal dalam menghadapi cuaca ekstrem yang tidak menentu. Program ini didukung penuh oleh BIMP-EAGA–ROK Cooperation Fund (BKCF) melalui Global Green Growth Institute (GGGI) dan sudah berjalan sejak tahun 2024 di lima lembang (desa), yaitu Bokin, Sapan Kua-kua, Nanggala, Nanna', dan Basokan.
Berikut adalah poin-poin penting dan menarik dari program penyelamatan lingkungan sekaligus peningkatan ekonomi ini:
Bukan sekadar rencana di atas kertas, program ini telah melakukan berbagai aksi nyata di lapangan:
• Kopi Super Komasti: Mengembangkan varietas kopi khusus yang tahan perubahan iklim menggunakan teknik kultur jaringan.
• Pemberdayaan Warga: Meningkatkan keterampilan para petani, termasuk memberikan ruang besar bagi kelompok perempuan.
• Koperasi & IT Desa: Membentuk koperasi perhutanan sosial dan membangun Sistem Informasi Desa (SID) agar manajemen desa lebih modern.
Kepala Dinas Kominfo Toraja Utara, Ronyanto P. Tangkeallo, menegaskan bahwa program keren ini harus diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Dinas Kominfo siap membantu menyebarkan informasi lewat video pendek dan dokumentasi visual yang menarik.
Warga akan diberikan informasi yang jelas mengenai:
• Lokasi kelompok penerima manfaat.
• Syarat untuk ikut bergabung dalam program.
• Jenis bantuan atau dukungan yang bisa didapatkan.
Kepala Bapperida Toraja Utara, Yohanis Rerung Sau', mengingatkan bahwa kunci keberhasilan program ini adalah gotong royong. Pemerintah berkomitmen mengawinkan program hutan sosial ini dengan bantuan nyata seperti penyaluran pupuk dan bantuan pembukaan lahan dari kementerian terkait.
Tujuannya jelas: hutan tetap lestari, kopi Toraja semakin mendunia, dan kemiskinan di sekitar kawasan hutan bisa dikurangi.
Pertemuan strategis yang diadakan di Cafe Aras ini turut dihadiri oleh berbagai dinas terkait (Pertanian, Lingkungan Hidup, PMD, Perindustrian/Koperasi), akademisi dari UKI Toraja, kepala lembang, serta perwakilan koperasi dan yayasan lokal. Semua pihak sepakat untuk membawa kopi Toraja Utara naik kelas melalui pengelolaan hutan yang ramah iklim. (M.khanif)

Komentar
Posting Komentar